JAKARTA - Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat di sekitar pesisir Provinsi Sulawesi Tengah khususnya di Bolaang dan Bunta untuk menjauhi area pantai.
"Masyarakat di Bolaan dan Bunta agar menjauhi pantai, tetap tenang, dan tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab. Menghindari bangunan yang retak, atau kerusakan bangunan," ujar Dwikorita Karnawati, Senin (26/7/2021) malam dalam live streaming YouTube BMKG.
Ia menyebutkan dengan besarnya gempa di angka atas 6 Magnitude maka potensi kerusakan bangunan cukup besar.
"Dikhawatirkan banyak rumah yang terdampak rusak. Memang, sampai saat ini belum ada laporan kerusakan," ungkap Dwikorita Karnawati.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pada pukul 20.40 WITA, hasil monitoring BMKG, ada gempa susulan dengan kekuatan 3,4 M.
"Karena kondisi tanah aluvial dengan guncangan 6 skala Richter kalau ada bangunan pasti akan sangat terdampak. Kalau merasakan gempa, yang di pantai itu diminta menjauh. Teorinya 20 hitungan. Tapi tidak harus menunggu sampai 20 hitungan. Apalagi disana pantainya kan ada yang tebing tinggi," tandas Dwikorita Karnawati.
Sebagaimana diketahui, gempa bumi tektonik M6,5 di wilayah Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (26/7/2021) Pukul 19.09 WIB tidak berpotensi tsunami.
(Khafid Mardiyansyah)