Kapolda Sebut Adanya Simpatisan Jadi Kendala Berangus Kelompok MIT

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 340 2446860 kapolda-sebut-adanya-simpatisan-jadi-kendala-berangus-kelompok-mit-MWZDWvUfTo.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Abdul Rakhman Baso mengungkapkan bahwa salah satu kendala memberangus kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, lantaran adanya simpatisan terhadap jaringan teroris itu.

Menurut Baso, selain adanya simpatisan terhadap kelompok itu, kendala lainnya adalah faktor geografis yang sulit dalam melakukan pengejaran.

"Hal utamanya karena masih ada simpatisan yang mendukung mereka. Kalau mau cepat selesai ya tidak ada simpatisan, tidak ada gerakan-gerakan yang mendukung mereka," kata Baso kepada wartawan, Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Baso memastikan, jika simpatisan tak bekerja sama dengan para buronan tersebut maka permasalahan terorisme di Poso akan cepat selesai.

Baca juga: Ali Kalora Cs Belum Tertangkap, IPW Sebut Gegara Polisi Takut Masuk Hutan

Sejauh ini, kata dia, tersisa tinggal enam orang yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Menurutnya, aparat terus mengimbau agar para buronan teroris itu mau menyerahkan diri.

"Dalam melakukan tindakan kepada DPO teroris Poso, Satgas Madago Raya lebih mengedepankan tindakan soft dengan mengimbau DPO terorisme untuk menyerahkan diri. Kecuali bila bertemu di lapangan maka akan terjadi tindakan tegas terukur," ujar Baso.

Baca juga: Prajurit TNI Dinilai Dapat Musnahkan Kelompok Teroris MIT

Ia juga mendorong agar dilakukan upaya-upaya kontra radikalisme di wilayah Sulteng tersebut untuk mengatasi permasalahan paham radikal. Menurutnya, upaya tersebut perlu untuk diselesaikan selain permasalahan enam buronan yang masih berkeliaran.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program deradikalisasi dan kontra radikalisasi yang telah dijalankan bertahun-tahun di Poso.

Namun demikian, dia tetap mendukung agar Satgas Madago Raya yang ditempatkan di wilayah Sulteng dapat segera menuntaskan penanganan sisa DPO MIT Poso.

"Mereka kelompok membahayakan kehidupan masyarakat," ucap Boy.

Baca juga: Brimob Gugur Ditembak MIT, Kapolda Sulteng: Pasti Ali Kalora!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini