Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gus Dur Pilih Disebut Bapak Kemanusiaan daripada Tokoh Pluralisme

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 28 Juli 2021 |07:29 WIB
 Gus Dur Pilih Disebut Bapak Kemanusiaan daripada Tokoh Pluralisme
Gus Dur (foto: Dok Okezone)
A
A
A

JEMBER - Selama ini, KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dikenal sebagai tokoh pluralisme, bahkan label tersebut sudah cukup lama disematkan masyarakat. Hal ini seiring dengan gagasan-gagasan sekaligus pembelaan Gus Dur yang cukup konsisten terkait pentingnya menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam. Siapapun tahu betapa gigihnya perjuangan Gus Dur dalam menghargai perbedaan.

“Tapi sesungguhnya Gus Dur lebih senang disebut bapak kemanusiaan, bukan bapak pluralisme,” ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan pengantar dalam peringatan Haul ke-11 Gus Dur, seperti dikutip dari nu.or.id.

Baca juga:  Gus Dur Ternyata Pernah Tidak Naik Kelas

Menurut Khofifah, tanda-tanda Gus Dur lebih suka dipanggil tokoh kemanusiaan dibanding tokoh pluralisme, setidaknya bisa dibaca dari pesan yang Gus Dur sampaikan kepada dirinya sebelum wafat.

“Mbak, nanti kalau saya mati, tolong di batu nisan saya ditulisi The Humanist Died Here’," ungkap Khofifah menirukan pesan Gus Dur kepada dirinya kala itu.

Baca juga:  Ajudan yang Menggandeng Gus Dur Ketika Keluar Istana Meninggal Dunia

Pesan tersebut, lanjut Khofifah, disampaikan Gus Dur kepada dirinya dua tahun sebelum beliau wafat, diulangi lagi dua bulan sebelum wafat, dan terakhir tujuh hari sebelum Allah mengambil nyawanya. Pesan itupun disampaikan oleh Khofifah saat Haul ke-5, dan diamini oleh keluarga besar Gus Dur.

“Kalau panjenengan ziarah (ke makam Gus Dur), di situ tertulis Here Rest a Humanist. Di sini beristirahat bapak kemanusiaan,” tegas Khofifah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement