Kamboja Akan "Lockdown" Area Perbatasan dengan Thailand

Antara, · Kamis 29 Juli 2021 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 18 2447925 kamboja-akan-lockdown-area-perbatasan-dengan-thailand-SagWx3Mx5X.jpg Foto: Reuters.

PHNOM PENH - Kamboja akan memberlakukan penguncian (lockdown) di delapan provinsi yang berbatasan dengan Thailand mulai tengah malam pada Kamis (29/7/2021). Penguncian area perbatasan itu dilakukan dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus corona varian Delta di negara Asia Tenggara itu.

Perdana Menteri Hun Sen pada Rabu malam (28/7/2021) menandatangani perintah untuk penguncian, yang melarang warga meninggalkan rumah mereka, berkumpul dalam kelompok dan melakukan bisnis, kecuali bagi mereka yang terlibat dalam pengoperasian maskapai penerbangan.

BACA JUGA: Gempa M 8,2 Guncang Tenggara Alaska, Peringatan Tsunami Diumumkan 

"Penguncian sementara... bertujuan untuk mencegah penularan berbasis komunitas dari varian baru Covid Delta," kata Hun Sen dalam perintah yang diunggah di Facebook.

Pos-pos pemeriksaan perbatasan dengan Thailand juga akan ditutup kecuali untuk memungkinkan pengangkutan barang dan dalam keadaan darurat, kata Hun Sen.

PM Kamboja itu juga menyebutkan bahwa penguncian tersebut akan berlangsung hingga 12 Agustus.

Sejumlah provinsi di area perbatasan yang terkena dampak penguncian adalah Koh Kong, Pursat, Battambang, Pailin, Banteay Meanchey, Oddar Meanchey, Preah Vihear dan Siem Reap.

BACA JUGA: Kamboja Akhiri 'Lockdown' Total di Saat Kasus Covid-19 Meningkat

Kamboja sebelumnya berhasil menahan sebagian besar penularan virus corona hampir sepanjang tahun lalu, tetapi wabah yang pertama kali terdeteksi pada akhir Februari telah meningkatkan total kasus Covid-19 di negara itu menjadi 75.152, dengan 1.339 kematian akibat infenksi virus corona.

Negara tetangga Kamboja, Thailand, juga menghadapi suatu wabah yang parah yang didorong oleh virus corona varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India.

Thailand telah berulang kali melaporkan jumlah rekor kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini