Menurutnya, gugurnya para nakes merupakan kerugian besar bagi Indonesia karena sangat berdampak pada penanganan kesehatan secara keseluruhan.
"Jangan ada diskriminasi dalam pemberian vaksin ketiga. Tenaga kesehatan yang benar-benar menangani pasien langsung di rumah sakit harus didahulukan, baru kemudian tenaga pendukung lainnya yang juga bekerja di rumah sakit atau klinik," tambahnya.
Dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baru 4% dari 1,4 juta tenaga kesehatan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan yang menerima vaksin ketiga.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.