Jenderal Militer dan Pejabat Kepolisian Ditangkap Terkait Upaya Pembunuhan Presiden Madagaskar

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 02 Agustus 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 18 2449612 jenderal-militer-dan-pejabat-kepolisian-ditangkap-terkait-upaya-pembunuhan-presiden-madagaskar-OYZcaluKHt.JPG Presiden Madagaskar Andry Rajoelina. (Foto: Reuters)

ANTANANARIVO – Pihak berwenang Madagaskar telah menangkap pejabat tinggi militer dan kepolisian sehubungan dengan upaya yang gagal untuk membunuh Presiden Andry Rajoelina.

Para pejabat yang ditangkap termasuk lima jenderal dan beberapa petugas polisi aktif. Total 21 orang sekarang sedang diselidiki atas pembunuhan yang digagalkan bulan lalu.

BACA JUGA: Presiden Madagaskar Selamat dari Upaya Pembunuhan, 2 Warga Prancis Ditahan

Pihak berwenang juga menyita senjata dan uang sebesar USD250.000 (sekira Rp3,6 miliar), kata media lokal sebagaimana dilansir BBC.

Upaya pembunuhan Presiden Rajoelina merupakan insiden terbaru di tengah gejolak yang sedang berlangsung di negara kepulauan itu.

Madagaskar telah dikunci sejak pandemi Covid-19 melanda tahun lalu dan wilayah selatannya berada dalam cengkeraman kelaparan.

BACA JUGA: Sedikitnya 16 Tewas Tergencet di Stadion pada Perayaan Hari Nasional Madagaskar

Pihak berwenang mengumumkan bulan lalu bahwa mereka telah menggagalkan rencana untuk "menghilangkan dan menetralisir" sejumlah orang, termasuk presiden. Itu terjadi sebulan setelah upaya lain yang gagal untuk membunuh kepala kepolisian nasional.

Di antara penangkapan terbaru adalah 12 "anggota aktif militer dan polisi, termasuk lima jenderal, dua kapten dan lima bintara", kata Jaksa Agung Berthine Razafiarivony.

Empat dari mereka yang ditangkap adalah pensiunan polisi dan militer nasional dan asing, sedangkan lima terakhir adalah warga sipil, katanya.

Beberapa orang lokal dan asing ditangkap pekan lalu.

Rajoelina, (47 tahun), awalnya merebut kekuasaan pada 2009 dari Marc Ravalomanana dengan dukungan militer. Dia mengalahkan Ravalomanana dalam pemilihan terakhir pada 2018 - meskipun pemungutan suara itu dilanda tuduhan penipuan.

Bekas jajahan Prancis itu memiliki sejarah panjang kudeta dan kerusuhan sejak memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1960.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini