Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Bantai Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur

Solichan Arif , Jurnalis-Rabu, 04 Agustus 2021 |08:03 WIB
 Tumpes Kelor, Cara Keji Belanda Bantai Keturunan Untung Surapati di Jawa Timur
Untung Surapati (foto: ist)
A
A
A

DENGAN mengerahkan kekuatan orang-orang Madura, Surabaya, dan tentara Eropa, Kolonial Belanda membersihkan seluruh keturunan Untung Surapati beserta pengikutnya. Sedikitnya 57-an orang ditangkap. Mereka dibawa ke Semarang untuk dipenjara. Dalam operasi militer besar besaran itu, tidak sedikit keturunan Surapati yang tewas. Namun ada juga berhasil lolos.

Surapati memiliki banyak keturunan. Terutama di wilayah Jawa Timur. Mereka tersebar di daerah Malang, Lumajang dan sekitarnya.

"Mereka terus melancarkan perlawanan hingga Belanda melakukan kampanye militer ke Ujung Timur Jawa pada tahun 1767-1768," tulis Sri Margana dalam buku "Ujung Timur Jawa, 1763- 1813 Perebutan Hegemoni Blambangan".

Surapati dan seluruh keturunannya menjadi momok yang dibenci Kompeni. Babad Tanah Jawi menyebut, Surapati yang berdarah Bali lahir tahun 1660. Ada fase dalam hidup Surapati menjadi budak (pembantu) seorang Belanda di Batavia. Lantaran sejak ada Surapati sang majikan merasa kerap beruntung, kehadiran Surapati disukai.

Surapati yang dianggap memiliki kesaktian mendapat panggilan Untung. Namun masa kondusif tersebut tidak berlangsung lama. Dari yang semula disayangi, status Surapati berubah menjadi tawanan. Ia dijebloskan penjara hanya gara gara ketahuan menjalin hubungan intim dengan putri sang majikan.

Dengan membawa serta tahanan lain, Surapati berhasil menerobos tembok penjara. Sejak itu Belanda melihatnya sebagai laskar pengacau di wilayah Priangan, Jawa Barat. Ruys, seorang Kapten Kompeni dikirim untuk melakukan pendekatan. Kapten Ruys berhasil membujuk Surapati bergabung dengan Kompeni.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement