30 Mayat Mengambang di Sungai Akibat Perang

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 04 Agustus 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 18 2450636 30-mayat-mengambang-di-sungai-akibat-perang-JPM1MiLnQk.jpg 30 mayat mengambang di Sungai Sudan (Foto: CitizenTV)

SUDAN - Setidaknya 30 mayat terdampar di tepi sungai Sudan yang berbatasan dengan wilayah utara Tigray di Ethiopia.

Menurut dua pengungsi Ethiopia dan empat saksi Sudan yang mengatakan kepada Reuters pada Senin (2/8), mereka telah mengambil mayat-mayat itu.

Mayat-mayat itu ditemukan di Sungai Setit, yang dikenal di Ethiopia sebagai Tekeze, yang merupakan garis batas de facto saat ini antara wilayah yang dikendalikan oleh pasukan Tigray dan yang dikendalikan oleh pasukan Amhara yang bersekutu dengan pemerintah federal Ethiopia.

Di titik yang berbeda, sungai juga memisahkan Sudan dari Ethiopia. Dr Tewodros Tefera, seorang ahli bedah yang melarikan diri dari kota perbatasan Ethiopia Humera, mengatakan kepada Reuters bahwa dia mengubur 10 mayat selama enam hari terakhir di Sudan dan diberitahu oleh nelayan dan pengungsi setempat bahwa 28 lainnya telah ditemukan, termasuk tujuh mayat pada Senin (2/8).

(Baca juga: 9 Pria Bersenjata Bajak Kapal di Lepas Pantai Uni Emirat Arab)

"Mereka ditembak di dada, perut, kaki... dan juga tangan mereka diikat," katanya. Dr Tefera menambahkan dirinya berhasil mengidentifikasi tiga mayat milik Tigray dari Humera, dengan bantuan para pengungsi. Banyak orang Tigray dari Humera melarikan diri ke Sudan ketika pertempuran dimulai.

Dia membagikan dua video yang menunjukkan pria menggali kuburan untuk mayat yang terdampar di pantai dan pria mengubur mayat yang tampaknya sama di kuburan yang baru digali.

Seorang pengungsi Etiopia dari Humera, yang meminta tidak disebutkan namanya karena takut akan dampak bagi keluarganya yang masih berada di Etiopia, mengatakan dia menemukan sembilan mayat.

(Baca juga: Pria Ini Didenda Rp4,2 Miliar karena Miliki Tank Bekas Perang Dunia II)

 "Kami menemukan sembilan ... Mereka mengikat mereka dengan tali dan mereka bengkak, tetapi tidak ada tanda-tanda dipukul atau ditembak," katanya.

Dia membagikan foto-foto yang menunjukkan mayat-mayat yang memar dan bengkak tergeletak di tepi sungai.

Redwan Hussein, kepala satuan tugas darurat pemerintah Ethiopia di Tigray, dan Kolonel Getnet Adane, juru bicara militer Ethiopia, tidak menanggapi pesan WhatsApp untuk mengomentari mayat-mayat itu.

Billene Seyoum, juru bicara perdana menteri Ethiopia, tidak menanggapi permintaan komentar.

Pada Senin (2/8), akun Twitter yang dikelola pemerintah Ethiopia mengatakan akun mayat mengambang yang beredar di media sosial disebabkan oleh kampanye palsu oleh "propagandis" Tigrayan.

Tapi laporan para pengungsi Ethiopia itu didukung oleh saksi di Sudan. Dua pejabat Sudan setempat dan dua warga Sudan dari kota desa Wad Alhilew, dekat bendungan Setit di negara bagian Kassala, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan, mengatakan mereka telah mengambil sekitar 20 mayat dari sungai Setit. Yakni lima mayat pada Senin (2/8), sembilan pada Minggu (1/8) dan enam mayat pada Sabtu (31/7).

Beberapa mayat telah ditembak dan yang lain diikat dengan tangan mereka tetapi tanpa luka lain yang terlihat.

Desa itu berjarak sekitar 42 kilometer (26 mil) dari kamp Hamdayet di Sudan, tempat para pengungsi Ethiopia menemukan mayat-mayat itu.

Perang meletus delapan bulan lalu antara pemerintah pusat Ethiopia dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), partai yang menguasai Tigray. Penduduk Tigray sebelumnya menuduh pasukan Amhara yang bersekutu dengan pemerintah pusat membuang mayat di sana. Namun tuduhan ini langsung bantah.

Dalam beberapa pekan terakhir, pertempuran telah menyebar dari Tigray ke Amhara dan Afar, dua wilayah yang bertetangga dengan Tigray, mempertaruhkan destabilisasi lebih lanjut di negara terpadat kedua di Afrika itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini