China Targetkan Vaksinasi Siswa untuk Kendalikan Lonjakan Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 05 Agustus 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 18 2451230 china-targetkan-vaksinasi-siswa-untuk-kendalikan-lonjakan-covid-19-KO9SXWVyg9.jpeg Vaksin Covid-19 untuk siswa (Foto: Xinhua)

CHINA - Pihak berwenang China menargetkan siswa sebagai bagian dari kampanye vaksinasi terbaru mereka, karena China melihat lonjakan virus terbesar dalam beberapa bulan.

Pemerintah melaporkan 71 kasus domestik baru pada Rabu (4/8) jumlah harian tertinggi sejak Januari lalu.

Kampanye vaksinasi untuk anak di bawah umur berusia 12 hingga 17 tahun sedang diperluas untuk mencoba dan memerangi penyebaran varian delta yang sangat menular.

Kasus-kasus terbaru kini telah menyebar ke setidaknya 16 provinsi dan kota.

Tidak jelas berapa banyak orang di China yang divaksinasi penuh, meskipun pihak berwenang mengatakan lebih dari 1,6 miliar dosis telah diberikan sejauh ini.

Kementerian Pendidikan China telah meminta pihak berwenang setempat untuk menerapkan program yang menargetkan vaksinasi siswa sekolah.

(Baca juga: Thailand Larang Tabir Surya yang Merusak Terumbu Karang)

Beberapa provinsi sudah memberikan suntikan kepada siswa sekolah, tetapi tekanannya adalah untuk mencapai target pemerintah agar 80 hingga 85 persen dari seluruh penduduk divaksinasi pada akhir tahun.

Namun, media lokal menunjukkan keraguan apakah tindakan pencegahan saat ini untuk memerangi virus masih berfungsi.

Para ahli yang dikutip mengatakan wabah itu terkendali tetapi lebih banyak upaya diperlukan untuk "menutupi celah" dalam mengendalikan virus, di samping vaksinasi dan jarak sosial.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Global Tembus 200 Juta, Indonesia Salah Satu Penyumbang Kasus Harian Terbanyak)

Wabah terbaru dimulai di Nanjiang di provinsi Jiangsu timur sebelum menyebar ke tujuan wisata Zhangjiajie di provinsi Hunan tengah.

Dari sana, turis membawa virus ke setidaknya selusin kota, termasuk pusat besar seperti Beijing dan Chongqing.

Kota Yangzhou, yang juga berada di Jiangsu dan memiliki populasi lebih dari 4,5 juta orang, telah dibatasi setelah 40 kasus terdeteksi.

Diperkirakan seorang wanita berusia 64 tahun, yang melakukan perjalanan dari Nanjiang ke Yangzhou dan mengunjungi panti-panti populer untuk bermain kartu, menjadi orang yang bertanggung jawab atas lonjakan di kota tersebut.

Saat ini, dia sedang diselidiki oleh polisi karena menyembunyikan rencana perjalanannya dari pihak berwenang.

Pihak berwenang di Wuhan juga telah mulai menguji seluruh populasi 11 juta orang setelah beberapa kasus terdeteksi.

Kota ini menjadi sorotan setelah virus corona pertama kali muncul di sana pada 2019.

Pusat perjudian Makau juga melakukan tes Covid-19 ke 600.000 penduduk, setelah kota itu mencatat empat kasus virus corona baru.

Media lokal telah melaporkan beberapa orang yang dites positif telah divaksinasi lengkap, yang mengarah ke diskusi online tentang ancaman infeksi terobosan dan apakah suntikan booster diperlukan.

Menurut The Global Times, para pejabat mengatakan vaksin terus efektif terhadap semua varian sejauh ini, dan dapat melindungi orang dari gejala parah dan rawat inap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini