Gunung Merapi Alami 54 Kali Gempa Guguran

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 05 Agustus 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 510 2451440 gunung-merapi-alami-54-kali-gempa-guguran-n4DeuIuFNl.jpg Gunung Merapi. (BPPTKG)

SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten Jawa Tengah, masih berlanjut hingga Kamis (5/8/2021) siang. Dari pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, Gunung Merapi terpantau lima kali menyemburkan awan panas.

Lima kali rentetan awan panas itu terjadi dari pukul 08.00 WIB-09.30 WIB. Awan panas pertama pukul 08.05 WIB di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 188 detik. Jarak luncur 2.000 m. Awan panas kedua pukul 08.27 WIB di seismogram dengan amplitudo 18 mm dan durasi 184 detik. Jarak luncur 2.000 m.

Awan panas ketiga pukul 08.45 di seismogram dengan amplitudo 19 mm dan durasi 140 detik. Jarak luncur 1800 m. Awan panas keempat pukul 09.14 WIB di seismogram dengan amplitudo 13 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur 1.2000 m. Awan panas kelima pukul 09.22 WIB di seismogram dengan amplitudo 14 mm dan durasi 102 detik. Jarak luncur 2.000 m.

“Semua awan panas ke arah barat daya,” kata penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Yulianto, Kamis (5/8/2021) siang.

Baca Juga : Gunung Merapi 6 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran

Sebelumnya, pada pukul 04.49 WIB, Merapi juga mengeluarkan awan panas di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 99 detik. Jarak luncur 1000 m ke arah barat daya.

BPPTKG mencatat pada pukul 06.00 WIB-12.00 WIB terjadi gempa guguran 54 kali, gempa hembusan 4 kali, gempa hybrid atau fase banyak 58 kali dan gempa vulkanik dangkal 12 kali. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 21.5-28 °C, kelembaban udara 68-88 %, dan tekanan udara 628.7-719.6 mmHg.

“Visual gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 m di atas puncak kawah. Status aktivitas level III atau siaga," ujarnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah Sungai Woro, dan sejauh 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini