Nasib PM Malaysia di Ujung Tanduk, Menterinya Ramai-Ramai Mengundurkan Diri

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 07 Agustus 2021 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 18 2452487 nasib-pm-malaysia-di-ujung-tanduk-menterinya-ramai-ramai-mengundurkan-diri-HpkMrPwTEQ.jpeg Muhyiddin Yassin. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR - Dua politikus UMNO mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri di pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Gejolak politik terjadi di Malaysia dan posisi Muhyiddin di ujung tanduk.

Menteri pertama yang mundur adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Datuk Seri Shamsul Anuar Nasarah, Selasa 3 Juli 2021. Langkah itu diambil Nasarah setelah UMNO menarik dukungan untuk Muhyiddin Yassin. 

“Dengan mempertimbangkan beberapa keputusan dan pendirian partai, sebagai anggota UMNO yang taat dan setia kepada partai, saya dengan ini mengundurkan diri sebagai anggota Kabinet Menteri Pemerintah Federal,” kata Nasarah dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Malay Mail.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak dan seluruh jajaran Kementerian ESDM. Fokus saya setelah ini adalah fokus pada tugas saya sebagai anggota DPR untuk Lenggong dan membantu memperkuat partai dalam menghadapi situasi politik yang semakin menantang,” katanya dalam pernyataan itu.

Sementara itu pada Jumat 6 Agustus 2021, Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia dari UMNO Dr Noraini Ahmad mengumumkan pengunduran diri dari kabinet.

"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perdana Menteri karena telah memberi peluang kepada saya untuk berkhidmat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi di dalam Pemerintah Federal," katanya di Putrajaya, Jumat. 

Baca juga: Nasibnya di Ujung Tanduk, PM Malaysia Menolak Mundur

Namun berdasarkan keputusan Majelis Kerja Tertinggi UMNO pada 3 Agustus 2021, pihaknya sebagai Ketua Wanita UMNO mendukung dengan keputusan partai dan meletakkan jabatan sebagai Menteri Pendidikan Tinggi serta anggota Kabinet Menteri Pemerintah Persekutuan dengan serta merta.

"Keputusan partai akan dilaksanakan ketika parlemen bersidang," kata doktor alumni Universiti Utara Malaysia tersebut, dikutip dari Antara.

Pihaknya percaya telah berusaha melakukan yang terbaik dalam mengurus negara menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada kehidupan manusia di seluruh dunia.

"Usaha ini akan saya teruskan walaupun tidak lagi menjadi Menteri Kabinet Federal. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama warga Kementerian Pendidikan Tinggi dan semua pemangku kepentingan berkaitan kementerian yang banyak membantu saya melaksanakan tugas," katanya.

Pada 25 Juli, presiden UMNO Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan partai telah memutuskan bahwa semua menteri, wakil menteri dan kepala perusahaan terkait pemerintah akan melepaskan posisi mereka jika Undang-undang Darurat yang diberlakukan untuk menahan penyebaran Covid-19 tetap berlaku setelah 1 Agustus. 

Posisi Muhyiddin di puncak kekuasaan telah genting sejak dia dilantik menjadi perdana menteri pada Maret 2020. Namun, Raja Malaysia sampai sekarang masih membantunya bertahan untuk menghindari kekacauan politik di saat negara itu berjuang melawan lonjakan infeksi Covid-19 dan dampak ekonomi dari penguncian.

Pada Rabu (4/8/2021) Muhyiddin menentang desakan agar dirinya mundur dan mengatakan akan membuktikan legitimasinya sebagai perdana menteri saat parlemen Malaysia kembali bersidang pada September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini