Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kim Jong-un Kirim Militer Korut ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 08 Agustus 2021 |14:43 WIB
Kim Jong-un Kirim Militer Korut ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (Foto: KCNA via Reuters)
A
A
A

SEOUL – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah mengerahkan militer untuk melakukan pekerjaan bantuan di daerah-daerah yang baru-baru ini dilanda hujan lebat dan banjir, demikian dilaporkan media pemerintah pada Minggu (8/8/2021), di tengah kekhawatiran atas krisis ekonomi dan kekurangan pangan.

Komisi Militer Pusat Partai Buruh yang berkuasa mengadakan pertemuan cabangnya di provinsi timur Hamgyong Selatan untuk membahas kerusakan dan pemulihan dari hujan, menurut laporan KCNA.

BACA JUGA: Kritik Perintah Kim Jong-un Beri Beras pada Rakyat, Perwira Tinggi Korut Ditembak Mati 

Kim tidak menghadiri pertemuan itu tetapi pejabat partai menyampaikan pesannya bahwa militer harus memulai kampanye bantuan dan menyediakan pasokan yang diperlukan di wilayah tersebut.

“Juga ditekankan bahwa dia menyerukan kebangkitan dan membangkitkan pejabat (partai) … untuk melancarkan kampanye pemulihan dengan terampil dan pantang menyerah,” demikian laporan KCNA yang dilansir Reuters.

BACA JUGA: Cerita Unik Kasus Covid-19 di Korut 

KCNA tidak merinci tingkat kerusakan akibat hujan tetapi mengatakan komisi militer mengeksplorasi langkah-langkah darurat untuk membangun kembali daerah yang dilanda bencana, menstabilkan kehidupan masyarakat, mencegah virus corona dan meminimalkan kerusakan tanaman.

Pertemuan itu terjadi di tengah kekhawatiran atas krisis dalam ekonomi tertutup yang telah dirundung sanksi internasional, yang bertujuan untuk membatasi program nuklir dan senjatanya.

Kim mengatakan pada bulan Juni bahwa negara itu menghadapi situasi pangan yang "tegang", mengutip pandemi virus corona dan topan tahun lalu, dan baru-baru ini bank sentral Korea Selatan mengatakan ekonomi Korea Utara mengalami kontraksi terbesar dalam 23 tahun pada 2020.

Korea Utara belum mengkonfirmasi kasus Covid-19 tetapi menutup perbatasan, menghentikan perdagangan dan memberlakukan tindakan pencegahan yang ketat, melihat pandemi sebagai masalah kelangsungan hidup nasional.

Anggota parlemen Korea Selatan mengatakan pekan lalu bahwa Korea Utara membutuhkan sekitar 1 juta ton beras, dengan cadangan militer dan darurat habis.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement