Kritik Perintah Kim Jong-un Beri Beras pada Rakyat, Perwira Tinggi Korut Ditembak Mati

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 03 Agustus 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 18 2450256 kritik-perintah-kim-jong-un-beri-beras-pada-rakyat-perwira-tinggi-korut-ditembak-mati-U0k8rXWTXN.JPG Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyapa para komandan dan pejabat politik Tentara Rakyat Korea di Pyongyang, 30 Juli 2021. (Foto: KCNA via Reuters)

SEOUL – Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un telah mengeksekusi seorang perwira tinggi militer yang mengkritik perintahnya untuk memasok makanan kepada rakyat Korea Utara yang kelaparan.

Perwira berpangkat mayor jenderal yang bertanggung jawab atas markas logistik Kamp Pelatihan 815 itu diadili di pengadilan militer dan ditembak pada 18 Juli, menurut laporan.

BACA JUGA: Gagal Tangani Covid-19, Kim Jong-un Lakukan 'Pembersihan' Terhadap Puluhan Pejabat Korut 

Pria yang belum diidentifikasi identitasnya itu disebut-sebut menyebut perintah khusus Kim "tidak realistis" dan "perintah yang mengabaikan kenyataan," kata seorang sumber kepada Daily NK.

Perintah Kim menyerukan agar gudang beras militer dibuka untuk didistribusikan ke rakyat negara yang tengah dilanda kelaparan.

Orang-orang mengetahui tentang eksekusi tersebut setelah “pemberitahuan” dari pihak berwenang kepada perwira militer berpangkat kepala departemen ke atas. Menurut sumber itu, pemberitahuan tersebut dikirim pada 22 Juli dan merinci contoh terbaru dari "penilaian keras".

Pemberitahuan itu mengatakan setelah menerima perintah dari partai yang berkuasa, sang komandan “secara diam-diam” mengeluh bahwa “lumbung militer menghadapi masalah yang lebih serius daripada masalah (kekurangan) makanan yang dihadapi rakyat.”

BACA JUGA: Rakyat Korut Sedih Melihat Kim Jong-un Tampak Kurus

Dia juga dilaporkan berkata: "Jika mereka akan memeras kita sambil tetap mengabaikan situasi di daerah belakang yang lebih parah, dari mana kita akan menghasilkan semua beras itu, bukan pasir dari dasar sungai?," demikian dilansir The Sun.

Karena kritiknya, ia secara efektif dicap sebagai "sektarian" di mata pihak berwenang, kata laporan itu.

Diperkirakan, dengan hukuman itu pihak berwenang bermaksud untuk memicu ketakutan dan menekankan bahwa “orang-orang yang secara langsung menentang kebijakan partai tidak akan menerima pengampunan, terlepas dari siapa mereka."

Kim dikatakan telah mengetahui betapa buruknya persediaan beras militer Korea Utara menyusul pertemuan besar dengan politbiro pada 29 Juni.

Ia diduga telah memerintahkan penghukuman terhadap kader-kader berpangkat tinggi, sekaligus menginstruksikan Departemen Bimbingan Politik dan Komando Keamanan Militer untuk memeriksa kondisi di unit logistik tingkat rendah.

Kim telah melakukan “pembersihan” terhadap puluhan pejabat pada awal Juli karena "kegagalan total" mereka mengatasi kelaparan di Korea Utara. Dia menuding para pejabat menyebabkan insiden serius yang menimbulkan krisis bagi keselamatan bangsa dan rakyat, demikian dilaporkan KCNA.

Salah satu pejabat yang dipecat adalah anggota komite tertinggi politbiro, yang hanya memiliki lima anggota - termasuk Kim sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini