Share

Gagal Tangani Covid-19, Kim Jong-un Lakukan 'Pembersihan' Terhadap Puluhan Pejabat Korut

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 07 Juli 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 18 2436873 gagal-tangani-covid-19-kim-jong-un-lakukan-pembersihan-terhadap-puluhan-pejabat-korut-h4URbhhko2.JPG Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: Reuters)

SEOUL – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memecat puluhan pejabat karena menyebabkan "krisis" dalam perang melawan virus corona dan upaya memerangi kelaparan yang meningkat di negara terisolasi itu.

Korban pembersihan itu termasuk seorang anggota komite tertinggi politbiro, yang hanya memiliki lima anggota - termasuk Kim sendiri.

BACA JUGA:  Rakyat Korut Sedih Melihat Kim Jong-un Tampak Kurus

Berbicara pada pertemuan partai Buruh yang berkuasa pekan lalu, Kim menuduh para pejabat "menyebabkan insiden serius yang menimbulkan krisis besar bagi keselamatan bangsa dan rakyatnya", demikian dilaporkan kantor berita KCNA.

Kim menyerukan pertemuan itu untuk menangani "tidak bertanggung jawab dan ketidakmampuan kronis" di antara para petinggi negara. Dia juga mengkritik para pejabat karena "pasif dalam merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah anti-virus di tengah pandemi yang berkepanjangan".

BACA JUGA:  Kim Jong-un Bersumpah Akan Tingkatkan Hubungan dengan China di Tengah Pandemi

Pada paruh pertama tahun ini saja, diktator berusia 37 tahun itu telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan memimpin tiga pertemuan Partai Buruh yang diperpanjang.

Surat kabar resmi negara, Rodong Sinmun, telah berulang kali menerbitkan pesan peringatan dalam beberapa hari terakhir.

Sebuah artikel dari Minggu (4/7/2021) mengatakan bahwa Kim memperingatkan para pejabatnya akan berakhir sebagai "pecundang revolusi" jika mereka gagal mempertahankan disiplin.

"Sementara kesalahan yang dibuat dalam proses dapat dimaafkan, menyebabkan kerusakan kritis pada partai, negara, dan orang-orang kami karena tidak bertanggung jawab dan kelalaian tugas tidak pernah dapat diterima," tambah artikel itu, sebagaimana dilapor The Chosunilbo.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada publikasi itu bahwa Kim "tidak menekan rakyat Korea Utara tetapi para pejabat tinggi".

Dia memerintahkan pembentukan departemen baru awal tahun ini untuk fokus pada pemberantasan korupsi di kalangan pejabat, demikian diwartakan Mirro

Korea Utara telah mengalami kesulitan pangan dan ekonomi karena pandemi Covid-19 dan bencana yang terjadi di negara itu dalam beberapa waktu terakhir. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan negara itu hanya memiliki persediaan dua bulan tersisa.

Meski begitu, Kim Jong-un tetap mengklaim bahwa tidak ada kasus Covid di Korea Utara, meskipun negara itu memberlakukan tindakan penguncian yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini