Kim Jong-un Bersumpah Akan Tingkatkan Hubungan dengan China di Tengah Pandemi

Agregasi VOA, · Jum'at 02 Juli 2021 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 18 2434205 kim-jong-un-bersumpah-akan-tingkatkan-hubungan-dengan-china-di-tengah-pandemi-bNpFJfvtl2.jpg Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (Foto: Reuters)

PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan, pada Kamis (1/7), dia akan meningkatkan hubungan dengan China, sekutu utamanya, sewaktu ia berusaha memimpin negaranya keluar dari krisis yang semakin dalam terkait pandemi Covid-19.

Kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA mengatakan Kim membuat pernyataan itu dalam sebuah pesan kepada Presiden China Xi Jinping sewaktu mengucapkan selamat kepadanya pada peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China.

“Partai Buruh Korea, dengan persatuan yang kuat dengan Partai Komunis China, akan meningkatkan persahabatan Korea Utara-China ke titik strategis baru sebagaimana dituntut oleh waktu dan sebagaimana diinginkan oleh rakyat kedua negara,” kata Kim sebagaimana dikutip dalam pernyataan tersebut.

Dalam penggalan pernyataannya yang tampaknya merujuk ke Amerika Serikat (AS), Kim mengatakan bahwa fitnah kejam dan tekanan menyeluruh “kekuatan musuh” terhadap Partai Komunis China tidak lebih dari upaya terakhir kekuatan itu, namun kekuatan tersebut tidak akan pernah dapat mengekang kemajuan yang dicapai orang-orang China.

(Baca juga: 486 Orang Meninggal Mendadak Akibat Gelombang Panas, Ini yang Harus Dilakukan untuk Mencegahnya)

Pernyataan Kim itu muncul sehari setelah media pemerintah mengungkapkan bahwa ia telah mengatakan pada pertemuan Politbiro bahwa penyimpangan “penting'' dalam upaya penanggulangan virus corona telah menimbulkan “krisis besar”. Kim tidak merinci pernyataannya itu, tetapi ada spekulasi bahwa pernyataan tersebut menyiratkan bahwa ia meminta bantuan internasional, termasuk pengiriman vaksin.

Korea Utara memberlakukan beberapa tindakan anti-virus terberat di dunia, termasuk menutup perbatasan-perbatasannya. Kim sendiri mengatakan bahwa negaranya bebas virus corona, meski klaim itu dipertanyakan banyak negara.

Langkah-langkah drastis itu telah menghancurkan ekonominya yang sudah terpuruk, dan Kim telah mengatakan sebelumnya bahwa negaranya menghadapi situasi “terburuk ''. Tidak jelas kapan Korea Utara akan membuka kembali perbatasannya dengan China, dan sejauh ini, tidak ada laporan bahwa negara itu telah menerima vaksin apa pun.

(Baca juga: Jepang Beri Bantuan 1 Juta Vaksin AstraZeneca ke RI)

Lebih dari 90% perdagangan Korea Utara dilakukan melalui China, yang telah lama dicurigai menolak untuk sepenuhnya menerapkan sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Korea Utara terkait program senjata nuklirnya.

Para pakar mengatakan China tidak ingin kekacauan terjadi di Korea Utara karena situasi seperti itu akan menimbulkan arus pengungsi ke China. Pada saat bersamaan, China juga mendukung AS dalam usahanya menyatukan Korea Utara dengan Korea Selatan.

Pada Rabu (30/6), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengisyaratkan kemungkinan negaranya mengirim bantuan ke Korea Utara.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini