Wanita Kelelawar Wuhan Peringatkan Varian Baru Virus Corona Akan Terus Bermunculan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 09 Agustus 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 18 2452971 wanita-kelelawar-wuhan-peringatkan-varian-baru-virus-corona-akan-terus-bermunculan-r2WtWYrQGK.jpg Dr. Shi Zhengli. (Foto: AFP)

WUHAN - Ahli virologi terkemuka China, Shi Zhengli memperingatkan bahwa dunia harus bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 karena virus corona akan terus bermutasi dan menyebar ke seluruh dunia.

Wakil direktur Institut Virologi Wuhan (WIV) itu dikenal dengan julukan “Wanita Kelelawar” yang disematkan media karena pekerjaannya, yang konsisten dengan virus corona dari kelelawar. Dia termasuk dalam 100 Orang Paling Berpengaruh tahun 2020 versi majalah Time.

BACA JUGA: Wanita Kelelawar Wuhan Bantah Teori Covid Berasal dari Laboratorium Virus China

"Kita tidak boleh panik, tetapi kita perlu bersiap untuk hidup berdampingan dengan virus (corona) dalam jangka panjang", kata Shi dalam wawancara dengan media China, Rabu (4/8/2021).

Shi menambahkan bahwa "karena jumlah kasus yang terinfeksi baru saja menjadi terlalu besar, ini memungkinkan lebih banyak peluang virus corona baru untuk bermutasi dan memilih". Dia memprediksi bahwa "varian baru akan terus muncul" dan menyerukan lebih banyak orang untuk divaksinasi.

BACA JUGA: Wabah Covid-19 Menyebar, China Perintahkan Tes Massal di Wuhan

Komentar Shi muncul setelah WIV kembali menjadi berita utama global awal pekan lalu, ketika CNN melaporkan bahwa badan intelijen Amerika Serikat (AS) meretas server cloud yang berisi data terkait sampel virus corona yang dipelajari di lab WIV.

Data berbahasa China, yang kabarnya belum bisa diurai, bisa menjadi kunci untuk mengungkap asal mula pandemi Covid-19, menurut CNN.

Pada akhir Mei, Presiden AS Joe Biden memberi badan intelijen negaranya 90 hari untuk mendapatkan dan menganalisis lebih banyak informasi tentang asal-usul virus, juga berjanji untuk mendorong China untuk "berpartisipasi dalam penyelidikan internasional berbasis bukti yang penuh, transparan, dan untuk memberikan akses. untuk semua data dan bukti yang relevan".

Ini didahului oleh laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang asal usul virus corona. Dalam laporan tersebut WHO mempertanyakan mengenai skenario Covid-19 yang bocor dari laboratorium.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa virus itu kemungkinan besar ditularkan ke manusia dari kelelawar melalui hewan lain.

Shi sendiri telah membantah tudingan media AS bahwa dirinya bekerja sama dengan militer China dalam eksperimen terkait virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini