Pria Ini Ditangkap karena Dituduh Membunuh Pendeta

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 10 Agustus 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 18 2453458 pria-ini-ditangkap-karena-dituduh-membunuh-pendeta-0A3D1u3nEf.jpg Seorang pria ditahan terkait pembunuhan seorang pendeta Katolik Roma (Foto: Yahoo)

RWANDA - Seorang pria asal Rwanda telah ditangkap karena dicurigai membunuh seorang pendeta Katolik Roma di Prancis barat.

Jenazah Olivier Maire ditemukan di desa Saint-Laurent-sur-Svre di daerah Vendée pada Senin (9/8) pagi.

Laporan itu menyebutkan tersangka yang tidak disebutkan namanya, seorang pencari suaka yang gagal ditampung oleh pendeta, menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya.

Pria berusia 40 tahun itu juga diduga memicu kebakaran yang merusak katedral di dekat Nantes pada Juli tahun lalu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji "kemurahan hati" Pastor Maire dan mengatakan pikirannya bersama semua umat Katolik di Prancis.

Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin menggemakan sentimen tersebut dan mengunjungi daerah tersebut di kemudian hari.

(Baca juga: Amplop Berisi Peluru untuk Paus Fransiskus Disita Polisi)

Pembunuhan itu telah memicu perdebatan politik tentang mengapa tersangka masih berada di Prancis.

Di Twitter, Darmanin mengkritik postingan politisi sayap kanan Marine Le Pen, yang menanyakan mengapa pria yang dicurigai terkait kebakaran Nantes tidak dideportasi.

Darmanin mengatakan bahwa meskipun permintaan suaka telah ditolak, tersangka tidak dapat diusir saat sedang diselidiki atas tuduhan pembakaran.

Tersangka, yang bekerja sebagai sipir sukarelawan di katedral, didakwa setelah dilaporkan mengaku menyalakan api.

Dia ditahan hingga Mei tahun ini dan kemudian dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Media Prancis mengatakan Pastor Maire, 60, telah menyambut pria itu ke gerejanya selama beberapa bulan.

(Baca juga: Bocah 8 Tahun di Pakistan Terancam Hukuman Mati Usai Kencing di Karpet Madrasah)

Suster Dorothee Harushinana mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pendeta itu dekat dengan umat. Sehingga siapapun selalu dapat mengunjunginya.

Kebakaran tahun lalu menghancurkan jendela kaca patri dan organ besar di katedral. Itu terjadi beberapa bulan setelah kebakaran yang menghancurkan di katedral Notre-Dame di Paris pada 2019.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini