Share

Kasus Covid-19 Bertambah 20, Lockdown di Melbourne Diperpanjang

Antara, · Rabu 11 Agustus 2021 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 11 18 2454178 kasus-covid-19-bertambah-20-lockdown-di-melbourne-diperpanjang-7zt7ES6D8Q.jpg Kasus Covid-19 di Australia. (Reuters)

CANBERRA - Melbourne, Australia, akan tetap menerapkan lockdown untuk minggu kedua setelah adanya temuan 20 kasus baru Covid-19 pada Rabu (11/8/2021).

Kota terbesar kedua di Australia itu berjuang melawan wabah terbaru yang disebabkan varian Delta yang lebih menular.

Melbourne dijadwalkan menghentikan penguncian pada Kamis. Namun, pemimpin negara bagian Victoria Dan Andrews mengonfirmasi, perintah ketat untuk tinggal di rumah akan tetap berlaku hingga setidaknya 19 Agustus setelah pihak berwenang tidak dapat melacak sumber penularan dari sebagian kasus yang dilaporkan pada Rabu.

"Jika kita membuka (penguncian), maka kita akan melihat kasus yang mirip dengan apa yang terjadi di Sydney sekarang," kata Andrews, melansir Antara bersumber dari Reuters.

Dia merujuk pada wabah di kota terpadat di Australia itu yang telah menularkan ribuan orang meski Sydney berada di minggu ketujuh penguncian.

"Kami telah melihat lonjakan jumlah kasus dan (itu) diperkirakan akan terus berlanjut," kata pemimpin negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney.

New South Wales melaporkan 344 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Berejiklian mengatakan penguncian Sydney, yang telah diperluas ke beberapa kota di utara, juga akan mencakup Dubbo, sebuah kota kecil sekitar 400 kilometer barat laut Sydney.

Lockdown di Sydney dijadwalkan akan berlangsung hingga akhir Agustus.

Sebagian besar orang memperkirakan pembatasan akan diperpanjang, meski ada lonjakan kasus pada orang belum divaksinasi.

Australia sejauh ini bernasib jauh lebih baik ketimbang negara-negara maju lain selama pandemi, dengan jumlah kasus kurang dari 37.000 kasus.

Korban tewas naik menjadi 944 pada Rabu setelah dua orang, satu di antaranya berusia 30-an, meninggal di Sydney.

Baca Juga : Australia Alami Kasus Covid-19 Terburuk Tahun Ini

Tetapi dengan tingkat vaksinasi penuh kurang dari 25 persen populasinya, Australia sedang berjuang untuk menghindari penguncian.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pemerintah federal dan negara-negara bagian telah berkomitmen untuk mengakhiri penguncian ketika 70 persen dari sekitar 26 juta penduduk negara itu telah divaksinasi.

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg bulan lalu mengatakan ekonomi Australia akan berkontraksi pada kuartal berjalan, dan resesi akan bergantung pada berapa lama penguncian berlangsung.

Pada Rabu Matt Comyn, Kepala Eksekutif Commonwealth Bank of Australia - pemberi pinjaman terbesar di negara itu - mengharapkan Australia akan menghindari resesi.

"Sementara Australia menghadapi tantangan jangka pendek akibat penguncian, kami memperkirakan pertumbuhan hanya akan terdorong mundur enam bulan, dengan ekonomi pulih pada akhir 2021 dan tumbuh kuat pada 2022," kata Comyn kepada para analis.

Pembatasan telah merusak sentimen konsumen, yang merosot ke satu tahun terendah pada bulan Agustus, menurut data yang diterbitkan pada Rabu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini