Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

21 Kali Gempa Guncang Gunungkidul, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta

Suharjono , Jurnalis-Rabu, 11 Agustus 2021 |22:34 WIB
21 Kali Gempa Guncang Gunungkidul, Ini Penjelasan BMKG Yogyakarta
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

YOGYAKARTA - Gempa bumi secara beruntun terjadi Samudera Hindia, tepatnya barat daya Gunungkidul. Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga tidak panik dengan kejadian sejak 10 Agustus hingga 11 Agustus ini.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sleman Ikhsan mengatakan, BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Sleman Yogyakarta terus memonitor gempa yang terjadi dari tanggal 10 Agustus pukul 05.15 WIB sampai 11 Agustus 2021 Jam 12.57 WIB. Dari hasil monitoring diketahui, telah terjadi 21 gempa bumi tektonik dengan episenter di laut tepatnya Barat Daya Gunungkidul. Magnitudo gempa berkisar 2.6 sampai 4.2 SR. dengan kedalaman rata-rata 10 KM.

"Kami berharap masyarakat tetap tenang. Berdasarkan data tersebut rentang magnitudo gempa masih dalam katagori magnitudo kecil dan tidak berpotensi tsunami," ucapnya dalam rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Rabu (11/8/2021) malam.

Ia menjelaskan, gempa yang terjadi di barat daya Gunungkidul ini akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia yang menyusup ke bagian bawah lempeng Eurasia. Hal ini menyebabkan adanya pelepasan energi yang merambat ke permukaan sebagai gempa bumi.

"Masyarakat kami harap tidak mudah terpancing berita atau informasi yang belum terkonfirmasi kebenaran. Hingga saat ini belum ada satupun negara yang memiliki teknologi untuk memprediksi gempa, baik waktu kejadian, lokasi dan seberapa beşar kekuatan gempa terjadi," ucapnya.

Baca Juga : BMKG: Gempa Paluta Dipicu Aktivitas Sesar Besar Sumatera

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement