Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Radjiman Wedyodiningrat, Dokter Kandungan yang Pimpin Rapat Persiapan Kemerdekaan RI

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 19 Agustus 2021 |06:31 WIB
 Radjiman Wedyodiningrat, Dokter Kandungan yang Pimpin Rapat Persiapan Kemerdekaan RI
Ketua BPUPKI, Radjiman Wedyodiningrat (foto: wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat, seorang dokter yang juga salah satu tokoh pendiri Republik Indonesia. Ia adalah anggota organisasi Budi Utomo, pada tahun 1945 terpilih untuk memimpin Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pria kelahiran Yogyakarta, pada 21 April 1879 itu satu-satunya orang yang terlibat secara aktif dalam kancah perjuangan berbangsa dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan BPUPKI. Manuvernya di saat memimpin Budi Utomo yang mengusulkan pembentukan milisi rakyat di setiap daerah di Indonesia (kesadaran memiliki tentara rakyat) dijawab Belanda dengan kompensasi membentuk Volksraad dan dr. Radjiman masuk di dalamnya sebagai wakil dari Boedi Utomo.

Baca juga:  Mengenal KH. Muhyidin, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dari Subang

Pada sidang BPUPKI, pada 29 Mei 1945, ia mengajukan pertanyaan “apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?” Pertanyaan ini dijawab oleh Bung Karno dengan Pancasila.

Jawaban dan uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini kemudian ditulis oleh Radjiman selaku ketua BPUPKI dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Baca juga: Ketika Sri Sultan HB IX Keliling Dunia untuk Mengenalkan Indonesia

Terbongkarnya dokumen yang berada di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi ini menjadi temuan baru dalam sejarah Indonesia yang memaparkan kembali fakta bahwa Soekarno adalah Bapak Bangsa pencetus Pancasila. Demikian dikutip dari berbagai sumber.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, ia membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Saigon dan Da Lat untuk menemui pimpinan tentara Jepang untuk Asia Timur Raya, terkait dengan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang menyebabkan Jepang berencana menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, yang akan menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement