Maskapai Ubah Rute Penerbangan Hindari Wilayah Udara Afghanistan

Susi Susanti, Koran SI · Senin 16 Agustus 2021 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 18 2456315 maskapai-ubah-rute-penerbangan-hindari-wilayah-udara-afghanistan-IceL9rNRIY.jpg Maskapai penerbangan mengubah rute untuk menghindari wilayah udara Afghanistan (Foto: Reuters)

AFGHANISTAN - Maskapai penerbangan besar mengubah rute penerbangan untuk menghindari wilayah udara Afghanistan setelah gerilyawan Taliban menguasai Istana Presiden di Kabul.

United Airlines, British Airways dan Virgin Atlantic mengatakan mereka tidak menggunakan wilayah udara negara itu.

Seorang juru bicara United mengatakan perubahan itu mempengaruhi beberapa penerbangan maskapai AS hingga India.

Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan beberapa penerbangan komersial di atas Afghanistan pada pukul 0300 GMT pada 16 Agustus, tetapi banyak pesawat terbang di atas negara tetangga Pakistan dan Iran.

Maskapai dan pemerintah telah lebih memperhatikan risiko terbang di atas zona konflik dalam beberapa tahun terakhir setelah dua insiden mematikan yang melibatkan rudal permukaan-ke-udara.

(Baca juga: Sempat Bertemu Taliban, JK Yakin Tak Akan Terjadi Perang Saudara di Afghanistan)

Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) pada Juli lalu memberlakukan pembatasan penerbangan baru di Afghanistan untuk maskapai AS dan operator AS lainnya.

FAA mengatakan penerbangan yang beroperasi di bawah 26.000 kaki dilarang di Kabul Flight Information Region, yang sebagian besar mencakup Afghanistan, kecuali beroperasi di dalam dan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, dengan alasan risiko "yang ditimbulkan oleh aktivitas ekstremis/militan."

Menurut situs web Safe Airspace, yang melacak peringatan semacam itu, negara-negara lain, termasuk Kanada, Inggris, Jerman, dan Prancis juga telah menyarankan maskapai penerbangan untuk mempertahankan ketinggian setidaknya 25.000 kaki di atas Afghanistan.

(Baca juga: Kemlu RI: 15 WNI di Afghanistan dalam Kondisi Baik dan Aman)

Korean Air Lines mengatakan beberapa penerbangan kargonya menggunakan wilayah udara Afghanistan, meskipun penerbangan penumpangnya tidak.

"Karena situasi di Afghanistan, kami menerbangkan penerbangan kargo kami di ketinggian yang lebih tinggi dan menghindari terbang di ketinggian yang lebih rendah," kata seorang juru bicara.

"Kami memantau situasi dengan cermat dan kami berencana untuk meninjau pemindahan rute kami jika perlu,” terangnya.

Sementara itu, China Airlines Taiwan mengatakan sedang mengawasi situasi dan akan menyesuaikan jalur penerbangan jika diperlukan sesuai dengan instruksi wilayah udara AS dan Uni Eropa.

Penerbangan komersial yang akan mendarat di Afghanistan juga telah terpengaruh oleh kekacauan ini. Adapun Emirates melalui situs webnya telah menangguhkan penerbangan ke ibu kota Afghanistan, Kabul, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini