Paska Pengunduran Diri, Muhyiddin Yassin Ditunjuk Sebagai PM Sementara

Susi Susanti, Koran SI · Senin 16 Agustus 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 18 2456382 paska-pengunduran-diri-muhyiddin-yassin-ditunjuk-sebagai-pm-sementara-A0aAjTSSeF.jpeg PM Malaysia Muhyiddin Yassin (Foto: Reuters)

KUALA LUMPURPerdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin telah ditunjuk sebagai perdana menteri sementara Malaysia, setelah pengunduran dirinya diterima oleh Raja pada Senin (16/8).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh istana nasional, Raja telah menerima surat pengunduran diri dari Muhyiddin dan seluruh Kabinet yang berlaku mulai Senin (16/8) hari ini..

"Setelah pengunduran dirinya, Yang Mulia telah setuju bahwa Yang Terhormat Tan Sri Mahiaddin bin Md Yasin akan menjabat sebagai perdana menteri sementara sampai perdana menteri baru ditunjuk,” terang pernyataan Istana.

Pernyataan istana menambahkan bahwa demi keselamatan rakyat, menyerukan pemilihan umum selama pandemi bukanlah pilihan terbaik.

"Yang Mulia diberitahu oleh ketua Komisi Pemilihan bahwa pada 10 Agustus 2021, 484 (atau 79 persen) dari 613 kursi negara bagian adalah zona merah Covid-19,” lanjutnya.

(Baca juga: Usai Mengundurkan Diri, PM Malaysia: Saya Harap Pemerintahan Baru Dapat Segera Ditunjuk)

"Pada saat yang sama, Yang Mulia menyadari bahwa fasilitas kesehatan di negara ini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan," kata pengawas istana Ahmad Fadil Syamsuddin dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin menulis di Instagram: "Kabinet telah mengajukan pengunduran diri kami kepada Agong. Terima kasih atas kesempatan untuk, sekali lagi, melayani bangsa. Semoga Tuhan memberkati Malaysia."

(Baca juga: Istana Konfirmasi Pengunduran Diri PM Malaysia dan Kabinetnya)

"Merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa untuk melayani negara kita tercinta dan rakyatnya,” cuit Menteri Senior Hishammuddin Hussein.

Pada Senin (16/8) pagi, Muhyiddin memimpin rapat Kabinet, sebelum melanjutkan audiensi kerajaan dengan Raja Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Pengunduran diri perdana menteri terjadi di tengah permainan kekuatan politik yang sedang berlangsung di Malaysia.

Awal bulan ini, sejumlah anggota parlemen Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang dipimpin oleh presiden partai Ahmad Zahid Hamidi, menarik dukungan mereka untuk Muhyiddin, mengorbankan mayoritas parlemen yang sudah tipis.

Perdana menteri awalnya bersikeras jika dirinya masih memimpin mayoritas parlemen, dan berjanji untuk membuktikan legitimasinya melalui mosi percaya yang dijadwalkan akan diajukan di parlemen pada 7 September.

Jumat lalu, Muhyiddin muncul dalam pidato yang disiarkan televisi untuk mencari dukungan bipartisan untuk bertahan dari mosi percaya diri.

Namun, usulannya ditolak oleh Pakatan Harapan (PH), yang mengatakan bahwa ini pada dasarnya adalah pengakuan terbuka bahwa ia telah kehilangan dukungan dari mayoritas Majelis Rendah. Blok oposisi memintanya untuk mundur.

UMNO juga mengatakan tidak akan mempertimbangkan tawaran dari "seseorang yang tidak lagi memiliki legitimasi", menambahkan bahwa tawarannya dapat dicirikan sebagai "penyuapan terbuka".

Muhyiddin adalah presiden dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang memimpin koalisi Perikatan Nasional.

Dia dilantik sebagai perdana menteri kedelapan negara itu pada 1 Maret 2020 setelah perebutan kekuasaan, yang membuatnya menarik Bersatu keluar dari koalisi PH yang berkuasa saat itu dan menyebabkan keruntuhannya.

Selama 17 bulan masa jabatannya sebagai perdana menteri, Muhyiddin telah dikritik oleh beberapa pihak karena gagal memimpin pemerintah Malaysia secara efektif dalam menangani pandemi Covid-19.

Malaysia berada di tengah gelombang Covid-19 yang paling mematikan, dengan jumlah infeksi harian melebihi 20.000 kasus.

Secara total, negara ini telah melihat lebih dari 1,4 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 12.000 kematian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini