Taliban Bakar Taman Hiburan Usai Menikmati Wahana

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 20 Agustus 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 18 2458306 taliban-bakar-taman-hiburan-usai-menikmati-wahana-2RVWr3K7Wr.jpg Taliban membakar taman hiburan usai bermain di sana (Foto: Twitter)

AFGHANISTAN - Sekelompok gerilyawan Taliban diduga telah membakar sebuah taman hiburan setelah mereka terlihat menikmati wahana itu.

Para militan, yang membawa senjata di tangan, terlihat tertawa dan bersenang-senang di atas 'mobibom-bom car' dan berputar-putar di atas kuda-kuda kecil komidi putar.

Sekarang, rekaman yang bereda itu diduga menggambarkan taman hiburan yang sama terbakar setelah militan membakarnya.

Seorang pengguna Twitter yang membagikan video tersebut mengklaim bahwa itu adalah Taman Hiburan Bokhdi di Sheberghan.

Pengguna mengklaim bahwa alasan kelompok pemberontak membakar taman hiburan itu adalah karena ada patung di dalamnya yang menyinggung Islam.

Rekaman sebelumnya menunjukkan tentara Taliban tertawa di belakang kamera ketika pasukan yang tersenyum saling bertabrakan di mobil bemper.

(Baca juga: Taliban Buru Orang-Orang yang Bekerja untuk Asing dari Pintu ke Pintu, Ancam Keluarga)

Video lain memperlihatkan tentara Taliban mengendarai komidi putar anak-anak yang diisi dengan kuda berwarna cerah – lagi-lagi memicu tawa dari mereka yang menonton.

Seperti diketahui, pejuang Taliban telah berpatroli di ibu kota Afghanistan sejak Senin (16/8) setelah serangan sengit mereka di negara itu mengakhiri perang 20 tahun.

Pejuang Taliban menyapu Afghanistan dan mengambil alih ibukota Kabul pada Minggu, (15/8).

Ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari negara itu, para militan telah bersumpah tidak akan ada "balas dendam pada siapa pun" dan berjanji untuk memberikan amnesti kepada pekerja Pemerintah. Namun, laporan tentang kekejaman telah muncul di provinsi selatan Kandahar.

(Baca juga: AS Kirim Lebih Banyak Petugas Konsuler Bantu Evakuasi Afghanistan)

Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari Afghanistan pada Minggu (15/8) ketika gerilyawan merebut kota itu dan kemudian menyerbu istana kepresidenan.

Adapun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah dikritik secara luas atas langkah tersebut, sementara banyak politisi mengakui bahwa mereka terkejut dengan kecepatan serangan kelompok militan tersebut.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini