Terjebak Jalan Rusak, Ibu Hamil Meninggal di Ambulans

Hendri Rosta, iNews · Jum'at 20 Agustus 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 340 2458636 terjebak-jalan-rusak-ibu-hamil-meninggal-di-ambulans-htwMKfb9Vo.jpg Ibu hamil meninggal di ambulans lantaran terjebak jalan rusak saat menuju rumah sakit (Foto : iNews)

TANJUNG JABUNG TIMUR - Seorang ibu hamil meninggal dunia di jalan saat diangkut ambulans untuk menuju ke rumah sakit. Jal itu terjadi lantaran ambulans terjebak kemacetan lalu lintas akibat rusaknya jalan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Peristiwa tragis tersebut sempat terekam video amatir warga, hingga menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat ambulans terjebak di jalan yang kondisinya rusak berat di Desa Siau, Kecamatan Muarasabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Ibu hamil tersebut, merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Rantau Rasau, yang rencanya akan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur, untuk mendapatkan perawatan medis.

"Benar ada pasien rujukan dari Puskesmas Rantau Rasau, yang merupakan ibu hamil kondisinya kritis lalu meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit," ujar Direktur RSUD Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur, Nasrul, Jumat (20/8/2021).

Sementara, Kepala Puskesmas Rantau Rasau, Kurniawan mengatakan, ambulans yang digunakan untuk merujuk pasien ibu hamil tersebut tidak dapat melaju kencang, karena kondisi jalan yang rusak berat. "Beberapa warga yang berada di lokasi langsung membantu mobil ambulans, agar dapat lewat," tuturnya.

Baca Juga : Polres Enrekang Ungkap Produksi Ganja yang Ditanam di Halaman Rumah

Karena kondisi pasien yang sudah kritis dan lemah, sambungnya, pasien akhirnya meninggal dunia sebelum mendapat perawatan di rumah sakit. "Pasien merupakan ibu hamil tujuh bulan, datang ke Puskesmas didampingi keluarganya Minggu (15 Agustus 2021) untuk berobat, karena mengeluhkan sesak nafas," terangnya.

Saat berada di Puskesmas Rantau Rasau, pasien ibu hamil ini sempat menjalani tes swab antigen, hasilnya pasien reaktif Covid-19 dan pihak Puskesmas berniat merujuk pasien ke rumuah sakit, namun pihak keluarga menolak dan meminta pasien isoman di rumah.

Selama isoman di rumah, pihak Puskesmas terus memantau kondisi pasien dan ketrsediaan tabung oksigen pasien. Beberapa hari kemudian, pada Selasa 17 Agustus 2021, pasien kembali mengalami sesak nafas dan akhirnya di rujuk ke rumah sakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini