Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Karaton Sumedang Larang Penjaga Nilai Luhur Sunda Pascajatuhnya Pajajaran

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 22 Agustus 2021 |17:25 WIB
Karaton Sumedang Larang Penjaga Nilai Luhur Sunda Pascajatuhnya Pajajaran
Ketua DPD bersama Raja Keraton Sumedang Larang (Foto: Humas DPD)
A
A
A

Peristiwa sejarah dari Kerajaan Sumedang Larang itu kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Sumedang berdasarkan keputusan DPRD nomor 1/KPTS/DPRD/SMD/1973 tanggal 8 Oktober 1973.

Baru setahun Prabu Geusan Ulun bertahta Kerajaan Pajajaran runtuh. Kerajaan Sumedang Larang semakin kukuh sebagai penjaga Trah Sunda dari Kerajaan Pajajaran.

Pendeklarasian ini mendapat dukungan dari berbagai pihak mengingat Prabu Geusan Ulun adalah keturunan raja-raja di tanah Sunda. Apalagi Mahkota Pajajaran sudah di tangan Prabu Geusan Ulun.

Baca juga: Mengintip Kolam Pemandian Putri Sultan Banten

Selain memiliki legitimasi yang kuat, wilayah kekuasaan Sumedang Larang pun bertambah luas berkat hibah dari Kerajaan Pajajaran. Hampir menguasai seluruh Jawa Barat, kecuali wilayah yang dimiliki Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon.

Di bawah pemerintahan Prabu Geusan Ulun, Sumedang Larang mencapai puncak kejayaan. Setelah Prabu Geusan Ulun meninggal tahun 1601 M, Sumedang Larang dipimpin Prabu Suriadiwangsa (1601-1620 M). Saat ini Raja Karaton Sumedang Larang adalah Paduka Yang Mulia H.R.I Lukman Soemadisoeria.

Baca juga: Aneka Ragam Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement