Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Afghanistan Dikuasai Taliban, Bagaimana Pemerintahan Selanjutnya? Ikuti Perkembangannya di News RCTI+

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 24 Agustus 2021 |11:46 WIB
Afghanistan Dikuasai Taliban, Bagaimana Pemerintahan Selanjutnya? Ikuti Perkembangannya di News RCTI+
RCTI+.
A
A
A

JAKARTA - Afghanistan jatuh ke tangan kelompok Taliban pasca penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara tersebut. Bagaimana nasib Afghanistan di tangan Taliban? Mampukah Taliban mempersatukan seluruh warga di bawah kekuasaannya? Simak terus di News RCTI+ yang akan mengupdate perkembangan terkini tentang krisis di Afghanistan.

Afghanistan kembali bergejolak. Kelompok Taliban kini menguasai Afghanistan pasca penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara penuh konflik tersebut. Sebelumnya AS telah berada di Afghanistan tersebut selama 20 tahun. 

Tanpa bantuan pasukan AS, Pemerintahan Afghanistan di bawah Presiden Ashraf Ghani tidak mampu melawan gempuran massif yang dilakukan kelompok Taliban. Satu per satu wilayah di Afghanistan jatuh ke tangan Taliban. Terakhir kota Kabul, yang merupakan jantung pemerintahan Afghanistan juga telah berhasil ditaklukkan dan dikuasai oleh Taliban pada Minggu (15/8) lalu.

Tidak butuh waktu lama bagi Taliban untuk menguasai Afghanistan pasca mundurnya AS dari negara tersebut. Bahkan, ratusan ribu tentara Afghanistan yang diklaim telah dilatih dan dibiayai AS juga tak berkutik melawan pasukan Taliban. Perlawanan pasukan pemerintah berhenti setelah ibu kota Kabul dikuasai Taliban. Taliban juga sudah memasuki kompleks kepresidenan. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA). Para pejabat lain juga kabur menyelamatkan diri.

Pada Kamis (19/8) lalu, Taliban secara resmi telah mendeklarasikan negara baru untuk Afghanistan yang bernama Imarah Islam Afghanistan atau Islamic Emirate of Afghanistan. Pengumuman ini bertepatan pada hari kemerdekaan Afghanistan yang lepas dari penjajahan Inggris pada 102 tahun yang lalu. Dalam pernyataannya, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyatakan segera membentuk pemerintahan baru dan siap bekerja sama dengan komunitas internasional. Mereka juga berkomitmen menjaga hak-hak perempuan di bawah hukum Islam.

Selama 20 tahun bercokol, Paman Sam telah menghabiskan dana yang sangat besar untuk mendukung pemerintahan Afghanistan dalam melawan Taliban. Brown University memperkirakan total pengeluaran AS selama berada di sana sebesar USD2,26 triliun. Ada data lain, yang menyebut AS sudah mengeluarkan Rp30.000 triliun. 

Baca juga: Kebakaran Landa Bandara Kabul di Tengah Upaya Evakuasi dari Afghanistan

Tak hanya materi, Perang Afghanistan yang berkepanjangan juga telah merenggut nyawa sedikitnya 2.500 personel militer AS dan hampir 4.000 orang lebih kontraktor sipil AS tewas. Selain itu, sekitar 69.000 polisi militer Afghanistan juga telah meregang nyawa, 47.000 warga sipil tewas, ditambah 51.000 pejuang oposisi tewas. 

Seperti diketahui, tahun 2001, AS dan sekutunya menginvasi Afghanistan yang kala itu diperintah oleh Taliban. Paman Sam menyerang Afghanistan dengan dalih mencari keberadaan Osama Bin Laden, pentolan Al Qaeda, yang dituding sebagai dalang teror serangan 11 September 2001 di AS. Taliban dituduh melindungi Osama. Di bantu negara-negara Barat, AS berhasil menggulingkan Taliban. Namun, Taliban terus bertahan di Kawasan pendalaman bahkan mendapat dukungan masyarakat. Setelah 20 tahun berlalu, AS tidak berhasil menaklukkan Taliban yang terus melakukan perlawanan terhadap AS maupun pemerintah Afghanistan. Bahkan, Taliban semakin kuat. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement