JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Cyber Security Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati memberikan kuliah umum kepada ratusan Pasis Dikreg Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-59, Rabu (25/8/2021). Kuliah umum ini mengambil tempat di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan.
Dia menjelaskan, kesempatan memberikan kuliah umum ini merupakan undangan langsung dari Danseskoal Laksda Tunggul Suropati yang memintanya untuk memberi pemahaman terhadap para Pasis ihwal perang media sosial (Medsos) dan media massa yang miliki dampak positif maupun negatif.
"Ini adalah kegiatan yang amat baik sekali untuk memberi masukan kepada Pasis Seskoal agar memahami perang media sosial, dan dampak negatif maupun positifnya. Juga bagaimana kita mengelola metode komunikasi yang ada di TNI pada umumnya dan Tni AL pada khususnya," kata wanita yang biasa dipanggil Nuning ini di lokasi.
Di kesempatan itu, Nuning juga berbicara tentang corporate culture budaya organisasi dan bagaimana melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM). Menurut dia, para Pasis bisa siap menghadapi pihak luar apabila dari TNI harus menyampaikan satu hal di dalam pemberitaan.
"Memang dibutuhkan pemahaman atas media sosial, media massa dan sistem komunikasi. Apalagi kan sekarang pandemi ya, kita harus siap menghadapi segala macam perubahan," tuturnya.
Dia menjelaskan, strategi komunikasi adalah kombinasi dari semua elemen komunikasi yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal. Menurutnya, hal ini penting dan mendasar dalam sebuah institusi, tidak terkecuali institusi militer.
Lebih jauh disampaikan dia, tanpa adanya strategi komunikasi yang terkonsep, terstruktur dan terintegrasi, maka sama saja membiarkan representasi, citra, dan pandangan publik terhadap institusi militer Indonesia mendapat stigma seadanya, tanpa arah, dan bahkan dapat menjadi buruk.
"Mengingat besarnya audience dan perbedaan karakteristik media sosial, maka strategi komunikasi yang dilakukan perlu dirumuskan secara tepat, efektif dan efisien. Untuk itu, adanya pendidikan atau pelatihan yang proper bagi humas institusi, serta sosialisasi bagi prajurit mutlak dibutuhkan," bebernya.
Nuning berbicara terkait media sosial dan media massa di depan 163 Pasis yang terdiri dari 155 TNI AL, dua TNI AD, dua TNI AU, serta empat anggota Kepolisian. Tak hanya itu, terdapat empat Pasis dari negara sahabat, seperti Singapura, Malaysia, Pakistan, dan Uni Emirat Arab.
Adapun kuliah umumnya bertajuk 'Pengaruh Teknologi Informasi dan Media Sosial terhadap Kinerja Organisasi serta Mental Ideologi TNI AL'.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.