Serangan Bom di Bandara Kabul, Biden Tegaskan Evakuasi Warga dari Afghanistan Tetap Berjalan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 18 2461887 serangan-bom-di-bandara-kabul-biden-tegaskan-evakuasi-warga-dari-afghanistan-tetap-berjalan-xI7fuJ9h5E.jpg Evakuasi warga dari Afghanistan (Foto: Reuters)

KABULPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan pihaknya akan terus mengevakuasi warga AS dan warga Afghanistan keluar dari Afghanistan. Penegasan ini diumumkan di tengah insiden serangan bom di Bandara Kabul pada Kamis (26/8).

Presiden tidak memberikan tanda-tanda bahwa ia bermaksud untuk menghentikan evakuasi lebih awal dari yang direncanakan atau memperpanjangnya di luar akhir bulan. Pada Rabu (25/8), departemen luar negeri mengatakan sekitar 4.500 warga Amerika telah diterbangkan, dengan sekitar 1.500 masih harus pergi.

Dia berjanji untuk "menyelamatkan" orang Amerika yang tetap berada di negara itu dan ingin pergi.

"Setiap orang Amerika yang ingin keluar dari Afghanistan, kami akan menemukan mereka dan kami akan mengeluarkan mereka,” ujarnya.

(Baca juga: 12 Tentara AS Tewas Akibat Ledakan Bom di Bandara Kabul, Jenderal McKenzie Bersumpah Membalas)

“Kita bisa dan kita harus menyelesaikan misi ini dan kita akan melakukannya. Itulah yang saya perintahkan untuk mereka lakukan. Kami tidak akan dihalangi oleh teroris,” jelasnya.

Biden menolak untuk memperpanjang tenggat waktu 31 Agustus untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan tetapi berjanji untuk mengevakuasi setiap warga Amerika yang ingin pergi.

Hal senanda diungkapkan Komandan Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) Jenderal Kenneth McKenzie.

(Baca juga: Peringatkan ISIS, Biden: "Kami Akan Memburu dan Membuat Anda Membayar")

“Biar saya perjelas, sementara kami sedih dengan hilangnya nyawa, baik AS dan Afghanistan, kami terus menjalankan misi. Misinya adalah untuk mengevakuasi warga AS, warga negara ketiga, pemegang visa imigran khusus, staf kedutaan AS, dan warga Afghanistan yang berisiko,” ujarnya.

“Kami telah menempatkan lebih dari 5.000 anggota layanan AS dalam risiko untuk menyelamatkan sebanyak mungkin warga sipil. Ini adalah misi yang mulia, dan hari ini kita telah melihat secara langsung betapa berbahayanya misi itu,” lanjutnya.

Dia mengatakan ISIS tidak akan menghalangi jalannya evakuasi. “ISIS tidak akan menghalangi kami untuk menyelesaikan misi. Saya meyakinkan Anda tentang itu,” tegasnya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini