Share

Pelaku Kasus Perzinahan Sedarah hingga Melahirkan Terancam 100 Kali Cambuk

Jamal Pangwa, iNews · Rabu 01 September 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 340 2464449 pelaku-kasus-perzinahan-sedarah-hingga-melahirkan-terancam-100-kali-cambuk-YvhZFiP6Ym.jpg Foto: Dok Antara

PIDIE - Satuan Reskrim Polres Pidie berhasil mengungkap kasus perzinahan sedarah. Pengungkapan kasus ini diketahui setelah korban sekaligus tersangka melahirkan.

Kapolres Pidie, AKBP Padli melalui Kasat Reskrim AKP Ferdian Chandra membeberkan kejadian pilu itu, berawal pada Januari 2020 sekitar pukul 14.30 WIB terjadi perzinahan antara kakak beradik, hingga keduanya dijadikan tersangka dalam kasus perzinahan.

Baca juga:  Perzinahan Sedarah hingga Kakak Hamil dan Melahirkan, Berawal Dipaksa hingga Akhirnya Ketagihan

Dalam kasus ini, polisi menangkap para pelaku perzinahan yakni kakak beradik berinisial NJ dan KH, dan tiga teman KH, yakni ML, FS, dan WD.

"Kami mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku perzinahan tersebut, beserta 1 orang pelaku perempuan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Ferdian, Rabu (1/9/2021).

Baca juga:  Karen Pooroe Tanggapi Laporan Arya Clarpoth soal Perzinaan

Kata Ferdian, pasal yang disangkakan yakni Pasal 33 Ayat (1) dan Ayat (2) jo Pasal 34 Ayat (1) jo Pasal 37 Ayat(1), Qanun Provinsi Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat JO undang-undang No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, dengan ancaman hukuman 100 (seratus) kali cambuk.

"Modus operandi salah satu pelaku yang merupakan adik kandung dari pelaku perempuan mengajak pelaku pria lainnya (teman) mendatangi rumahnya, dan selanjutnya melakukan hubungan badan atau perzinahan dengan pelaku perempuan tersebut," tutur Ferdian.

Lalu terjadilah perzinahan antar keduanya, kejadian terakhir dengan tersangka KH yang terjadi pada bulan Maret 2021, sekitar pukul 14.30 WIB ditempat yang sama yaitu dikamarnya. Tersangka NJ sudah melakukan berzina sebanyak delapan kali dengan tersangka KH yang berawal dari paksaan dan selanjutnya ketagihan. 
"Kasus perzinahan ini berawal dari paksaan hingga akhirnya ketagihan," sambung Ferdian.
Lalu, kata Ferdian, Maret 2021 sekira pukul 14.00 WIB tersangka KH mengajak temannya berinsial MF masuk ke kamar tersangka NJ, dan terjadi perzinahan antara tersangka KH dengan tersangka NJ, setelah itu tersangka MF berzina dengan tersangka NJ. 
Dan kejadian serupa terjadi pada Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 WIB. Sang adik kembali membawa temannya yang berinisial ML untuk berzina dengan kakaknya. Dan pada November 2020 sekitar pukul 14.00 WIB terjadi serupa. 
Pada 21 Agustus 2021, orangtua NJ dan KH, meminta bantuan untuk menjemput anaknya yang bernama NJ untuk dibawa ke rumah di Simpang tiga, agar anaknya tidak diusir orang kampung karena melahirkan seorang bayi tanpa adanya ikatan perkawinan.
"Kemudian mendengar permintaan tersebut, pelapor yang merupakan saudara sepupu ayah korban datang ke rumah orangtua untuk menanyakan siapakah pelaku yang menghamili korban," tuturnya.
Setelah didesak, sambung Ferdian, NJ mengakui bahwa yang menghamilinya sampai melahirkan anak adalah laki-laki berjumlah 4 (empat) orang yaitu ML, FS, KH, dan WD.
Tak lama kemudian, empat orang tersebut diserahkan oleh aparatur Gampong kepada pihak Polsek Peukan Baro untuk diamankan di Mapolsek Peukan Baro guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

Perlu diketahui, kejadian perzinahan antar kakak beradik itu berawal pada bulan Maret 2021, sekitar pukul 14.30 WIB ditempat yang sama yaitu dikamarnya. Tersangka NJ sudah melakukan berzina sebanyak delapan kali dengan tersangka KH yang berawal dari paksaan dan selanjutnya ketagihan. 

"Kasus perzinahan ini berawal dari paksaan hingga akhirnya ketagihan," sambung Ferdian.

Lalu, kata Ferdian, Maret 2021 sekira pukul 14.00 WIB tersangka KH mengajak temannya berinsial MF masuk ke kamar tersangka NJ, dan terjadi perzinahan antara tersangka KH dengan tersangka NJ, setelah itu tersangka MF berzina dengan tersangka NJ. 

Dan kejadian serupa terjadi pada Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 WIB. Sang adik kembali membawa temannya yang berinisial ML untuk berzina dengan kakaknya. Dan pada November 2020 sekitar pukul 14.00 WIB terjadi serupa. 

Pada 21 Agustus 2021, orangtua NJ dan KH, meminta bantuan untuk menjemput anaknya yang bernama NJ untuk dibawa ke rumah di Simpang tiga, agar anaknya tidak diusir orang kampung karena melahirkan seorang bayi tanpa adanya ikatan perkawinan.

"Kemudian mendengar permintaan tersebut, pelapor yang merupakan saudara sepupu ayah korban datang ke rumah orangtua untuk menanyakan siapakah pelaku yang menghamili korban," tuturnya.

Setelah didesak, sambung Ferdian, NJ mengakui bahwa yang menghamilinya sampai melahirkan anak adalah laki-laki berjumlah 4 (empat) orang yaitu ML, FS, KH, dan WD.

Tak lama kemudian, empat orang tersebut diserahkan oleh aparatur Gampong kepada pihak Polsek Peukan Baro untuk diamankan di Mapolsek Peukan Baro guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini