Ustadz Disabilitas Cetak Tahfidz di Pelosok Desa

Riski Amirul Ahmad, iNews · Rabu 01 September 2021 06:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 519 2464206 ustad-disabilitas-cetak-tahfidz-di-pelosok-desa-2X3fAc64vL.jpg Ilustrasi hafiz Al Qur'an (Foto: Okezone)

SITUBONDO - Ustadz disabilitas di pelosok desa di Situbondo, Jawa Timur memiliki semangat tinggi untuk mengajar puluhan anak-anak menghafal Al Quran. Tujuan utama agar generasi milenial memiliki akhlaq baik. Ustadz tangguh ini iklas dan tidak meminta sepersen pun dari santrinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia hanya memelihara hewan ternak di rumahnya.

Jubri al Hidayah, ustad disabilitas yang memiliki semangat tinggi untuk mengajarkan anak-anak di pelosok desa membaca dan menghafal Al Quran.

Setiap hari pria 40 tahun ini harus berjalan ke Madrasah Diniyah Darul Muttaqin di Desa Jetis, Kecamatan Besuki untuk mengajar anak didiknya.

Pria jebolan pondok pesantren Nurul Hidayah ini memiliki tekad kuat untuk mencetak tahfidz quran atau penghafal Al Qur'an.

(Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Truk Tabrak Kerumunan Pemuda saat Balap Liar)

Pria yang akrab disapa Ustadz Jubri memiliki teknik khusus agar bacaan Al Quran mudah diingat oleh anak didiknya. Salah satunya adalah mengenal akhlaqul kharimah beserta hafalan Al-Qur'an.

Baginya, penghafal Al Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri. Pada umumya mereka mudah mengingat hal positif sehingga menerapkan sifat kebaikan serta memiliki sifat penyabar. Menurutnya modal itu yang diperlukan milenial saat jaman sekarang.

Saat ini, sedikitnya terdapat 75 calon tahfidz yang sedang hafalan Al-Qur’an di madrasah yang telah dirintis sejak empat tahun silam. Meski pembelajaran hanya di tempat sederhana, madrasah ini telah menghasilkan tujuh santri yang bisa menghafal Al Quran dan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren ternama di Jawa Timur.

Ustadz Jubri membuktikan keikhlasan mengajar kepada santrinya dengan tidak memungut sepersen pun dalam pembelajaran penghafalan Al Qur'an. Dirinya tulus memberi ilmu kepada penerus bangsa agar memiliki akhlak yang baik.

(Baca juga: Polisi Perketat Perbatasan Sidoarjo-Surabaya untuk Cegah Penyebaran Covid-19)

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, pria 40 tahun ini memelihara belasan hewan ternak di rumah. Setiap hari dirinya memberikan makan ayam kampung miliknya. Jika ayam sudah cukup besar, dirinya akan menjual hewan ternaknya ke pengepul.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini