Ridwan Kamil : Mural Is Dead? Mari Berdialog

Bima Setiyadi, MNC Portal · Rabu 01 September 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 525 2464474 ridwan-kamil-mural-is-dead-mari-berdialog-h3SVHSm8LT.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Pemprov Jabar)

JAKARTA- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menanggapi isu mural yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Dirinya mengajak semua pelaku mural untuk berdialog.

Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil melalui akun instagramnya @ridwankamil, Rabu (1/9/2021). Bahkan dia mengunggah foto mural bertuliskan Mural Is Dead.

"Mural is dead? Kita ini harus berdialog, dalam merumuskan “batas”. Batasan mana yang boleh dan pantas, mana yang tidak boleh dan tidak pantas," tulis Ridwan Kamil dalam caption foto tersebut.

Dalam dunia digital pun, lanjut pria yang akarab disapa Kamil itu, tidak semua paham mana kritik, argumentatif perundungan atau hinaan. Menurutnya, orang berjiwa besar bicarakan gagasan, sementara orang berjiwa kerdil bicarakan atau menggosipkan orang.

Seperti saat lalu lintas, dibatasi di lampu berhenti, kebebasan ekspresi pun dibatasi, oleh nilai “kesepakatan budaya dan kearifan lokal”. Itulah kenapa isu “mural kritik” kelihatannya masih berada di ruang abu-abu.

Baca Juga : Penggali Saluran Air Peninggalan Zaman Belanda di Kota Bogor Mendadak Sakit

Ia pun menyatakan, jika belum ada kesepahaman, maka tafsir boleh/tidak boleh akan selalu menyertai perjalanan dialektika “ini kritik atau hinaan” dalam dinamika demokrasi bangsa ini.

"Dalam perspektif saya, mural adalah seni ruang publik yang “temporer”. Ada umurnya. Pelaku mural juga harus paham dan jangan baper, karena karyanya suatu hari akan hilang. Apalagi tanpa izin pemilik tembok. Bisa pudar tersapu hujan, dihapus aparat ataupun oleh hilang ditimpa pemural lainnya. Mari berdialog," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini