JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 1,5 tahun tak hanya mengakibatkan krisis kesehatan. Tapi, wabah ini juga berdampak pada sektor ekonomi di masyarakat.
Roda perekonomian masyarakat saat ini terpaksa berhenti karena adanya aturan pembatasan mobilitas di masyarakat.
Kondisi ini sangat dirasakan Yahya (61). Pria yang sudah memasuki usia senja itu berprofesi sebagai kusir delman yang sudah ditekuninya selama 35 tahun.
Delman atau dokar yang kerap ditemui sebagai transportasi wisata ikut terdampak. Penerapan PPKM membuat penghasilan Yahya turun drastis.
Padahal, sebelum virus corona melanda, dalam sehari Yahya bisa membawa rupiah sebesar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Baca juga: Gerkindo Bagikan 50 Paket Sembako di Gereja Kota Depok
Saat akhir pekan, rata-rata penghasilan Yahya bisa merangkak naik hingga Rp500 per hari.
"Kalau sekarang ini cuma bisa dapet Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Itu juga enggak tentu. Hari Sabtu sama Minggu paling beruntung ya Rp100 ribu," ujarnya di pangkalan delman Rawabadung, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2021).
Tempat wisata seperti Monas yang biasa dijadikan untuk mengais rezeki kini sepi. Belum lagi penjagaan petugas di sekitar Monas membuat ruang gerak para kusir delman terbatas.
Baca juga: Sudah 12.381 Rumah Sakit Swasta Terima Insentif Covid-19
Alhasil, pendapatan para kusir delman pun ikut tersendat lantaran tak adanya aktivitas di sektor pariwisata.
"Iya sejak ada Corona ini kerasa banget. Biasa mangkal di Monas sekarang malah benar-benar sepi. Kita berhenti sebentar aja udah digebah enggak boleh mangkal," ucapnya.
Akibatnya, Yahya pun harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kuda kesayangannya. Pendapatan sehari yang berkisar antara Rp50-Rp70 ribu terpaksa harus dibagi dua.
Baca juga: Viral, Kisah Tragis Kuda Mati saat Menarik Delman di Pinggir Jalan
Baginya, kebutuhan pakan kuda kesayangannya adalah hal yang utama lantaran selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Dia berucap, jika kudanya sakit karena kurang makan keluarganya pun akan merasakan hal serupa.
"Makan kudanya aja itu sehari 6 kilogram dedak. Harga dedaknya tuh Rp5 ribu. Otomatis kan sehari buat kudanya aja Rp30 ribu sisanya baru buat kebutuhan keluarga. Kadang juga makan kuda dikurangin jadi cuma Rp5 kilo aja kalau benar-benar dapetnya pas," tuturnya.
Baca juga: Apresiasi Vaksinasi di Jakarta, dr Tirta Sorot Lonjakan Covid di Luar Jawa
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.