Gubernur Khofifah Bersyukur Keterisian RS Covid-19 di Jatim Hanya 27%

Lukman Hakim, Koran SI · Sabtu 04 September 2021 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 519 2465961 gubernur-khofifah-bersyukur-keterisian-rs-covid-19-di-jatim-hanya-27-tUHNi6crXT.JPG Khofifah tinjau vaksinasi (Foto: MPI/Lukman Hakim)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terus berupaya meningkatkan dan memperluas jangkauan vaksinasi. Sehingga herd immunity atau kekebalan komunitas bisa segera terwujud.

“Kami menyambut baik pihak swasta yang menggelar vaksinasi. Kami berharap proses percepatan vaksinasi bisa dilakukan oleh berbagai elemen yang bisa memberikan layanan. Memang problem kita adalah semua vaksin yang datang semua sudah dengan notisi. Pemprov mendapatkan buffer 5 persen dari total daerah yang mendapatkan suplai vaksin dari Kementerian Kesehatan,” kata Khofifah saat meninjau vaksinasi di salah satu mal di Surabaya, Jumat (3/9/2021).

Dia menambahkan, dengan sinergitas yang dilakukan semua elemen, dia berharap proses vaksinasi ini bisa menyapa masyarakat lebih luas lagi. Jika ada masyarakat dari daerah lain (luar Surabaya atau luar Jatim) tidak lagi pendekatan KTP berbasis daerah. Selain itu boleh dosis satu maupun dosis dua. “Artinya cakupan lebih luas dan lebih banyak,” terangnya.

Orang nomor satu di Jatim itu bersyukur saat ini Jatim bebas zona merah COVID-19. Bed Occupancy Ratio (BOR) sudah 27 persen di bawah standar maksimum World Health Organization (WHO) yang 60 persen.

“Ini artinya makin terkendali dan melandai. Agar makin melandai, selain menjaga prokes (protokol kesehatan), juga harus menjaga hulunya, yakni vaksinasi,” ujarnya.

Berdasarkan Satgas COVID-19, vaksin dosis 1 Jatim sebanyak 10.014.848 orang atau 31,47 persen. Kemudian vaksin dosis 2 sebanyak 5.648.345 orang atau 17,75 persen. Kemudian selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 3 Juli hingga 1 September sebanyak 6.979.229 Jatim yang sudah divaksin.

Untuk kondisi BOR ICU pada 3 Juli 78 persen kemudian 1 September 36 persen artinya turun 42 persen. Untuk BOR Isolasi Rumah Sakit pada 3 Juli 81 persen dan 1 September 21 persen turun 60 persen. BOR RS Darurat pada 3 Juli sebanyak 69 persen dan 1 September 26 persen turun 43 persen.

BOR Rumah Isolasi pada 3 Juli 50 persen dan 1 September 18 persen turun 32 persen. Untuk kumulatif konfirmasi sebanyak 385.227 dan 9.797 orang diantaranya dalam perawatan. Kemudian 346.998 orang sembuh dan 28.432 pasien meninggal dunia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini