Minyak Tumpah Penuhi Teluk Meksiko Usai Badai Ida

Susi Susanti, Okezone · Senin 06 September 2021 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 18 2466675 minyak-tumpah-penuhi-teluk-meksiko-usai-badai-ida-nq03PJoGOw.jpg Tumpahan minyak penuhi Teluk Meksiko (Foto: Reuters)

LOUISIANA - Awak pembersih dan Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) sedang berusaha menemukan sumber tumpahan minyak yang terlihat di Teluk Meksiko setelah Badai Ida yang mematikan.

Foto satelit terbaru oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan daerah yang licin sekitar dua mil (3 km) dari Port Fourchon, Louisiana.

Associated Press melaporkan tumpahan minyak ini tampaknya berasal dari sumber di bawah air di lokasi pengeboran lepas pantai.

Penjaga Pantai AS mengatakan sumber tumpahan minyak sepanjang bermil-mil diyakini berada di Bay Marchand daerah Teluk Meksiko.

Juru bicara Letnan John Edwards mengatakan itu dianggap minyak mentah dari pipa bawah laut milik Talos Energy.

(Baca juga: Bom Bunuh Diri Serang Tentara, 3 Tewas, 15 Terluka)

Menurut Associated Press, Talos Energy yang berbasis di Houston mengatakan tidak percaya pihaknya bertanggung jawab atas minyak di dalam air.

Perusahaan tetap mempekerjakan Clean Gulf Associates, sebuah kelompok nirlaba yang menanggapi tumpahan minyak, untuk membantu mengatasi polusi.

Sebuah tim penyelam pribadi juga berusaha menemukan sumbernya. Dalam sebuah pernyataan, Talos Energy mengatakan perusahaan akan terus bekerja sama dengan Penjaga Pantai AS dan lembaga negara bagian dan federal lainnya untuk mengidentifikasi sumber pelepasan dan mengoordinasikan tanggapan yang berhasil.

(Baca juga: Anggota Parlemen AS Tuduh Taliban Hentikan Proses Evakuasi dari Bandara Mazar-i-Sharif)

Seperti diketahui, Ida menghantam Louisiana minggu lalu, menyebabkan sekitar satu juta orang tanpa listrik. Presiden AS Joe Biden menyatakan badai ini merupakan bencana besar dan mengeluarkan dana federal untuk upaya penyelamatan dan pemulihan.

Badai kemudian bergerak ke timur laut, menewaskan puluhan orang dan menyebabkan kehancuran di sejumlah negara bagian AS.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini