Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dunia Internasional Waspada Sambut Pemerintahan Baru Taliban

Antara , Jurnalis-Kamis, 09 September 2021 |15:58 WIB
Dunia Internasional Waspada Sambut Pemerintahan Baru Taliban
Warga protes pembentukan pemerintahan baru Taliban (Foto: Antara/Reuters)
A
A
A

Di Kabul, puluhan perempuan turun ke jalan lagi untuk menuntut perwakilan dalam pemerintahan baru dan agar hak-hak mereka dilindungi.

Sekelompok wanita membawa poster bertuliskan "Kabinet tanpa wanita adalah kegagalan’.

Mereka mengadakan protes lain di daerah Pul-e Surkh di kota itu. Pada Selasa (7/9), demonstrasi yang lebih besar bubar ketika orang-orang bersenjata Taliban melepaskan tembakan peringatan ke udara.

"Kabinet diumumkan dan tidak ada perempuan di Kabinet. Dan beberapa wartawan yang datang untuk meliput protes semuanya ditangkap dan dibawa ke kantor polisi," kata seorang wanita dalam video yang dibagikan di media sosial.

Secara lebih luas, orang-orang mendesak para pemimpin untuk menghidupkan kembali ekonomi Afghanistan, yang menghadapi inflasi yang tajam, kekurangan pangan yang diperburuk oleh kekeringan dan kemungkinan pemotongan bantuan internasional karena negara-negara menjauhkan diri dari Taliban.

Sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Taliban yang baru mengatakan bahwa untuk menghindari gangguan dan masalah keamanan, siapa pun yang mengadakan demonstrasi harus mengajukan izin 24 jam sebelumnya.

Bagi banyak orang Afghanistan, yang lebih mendesak daripada komposisi Kabinet adalah dampak ekonomi dari kekacauan yang dipicu oleh penaklukan Taliban.

Shukrullah Khan, manajer sebuah restoran di Danau Qargha, sebuah resor lokal yang populer di dekat Kabul, mengatakan bisnisnya hampir tidak ada apa-apanya.

"Bank-bank tutup, tidak ada pekerjaan, orang tidak lagi menghabiskan uang. Dari mana uangnya sehingga orang bisa bersenang-senang di sini?" terangnya.

Presiden terguling Ashraf Ghani, yang melarikan diri dari Kabul ketika pasukan Taliban mencapai ambang ibu kota itu, meminta maaf pada Rabu atas jatuhnya pemerintahannya secara tiba-tiba, tetapi sekali lagi membantah dia telah membawa uang tunai jutaan dolar.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement