Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dunia Internasional Waspada Sambut Pemerintahan Baru Taliban

Antara , Jurnalis-Kamis, 09 September 2021 |15:58 WIB
Dunia Internasional Waspada Sambut Pemerintahan Baru Taliban
Warga protes pembentukan pemerintahan baru Taliban (Foto: Antara/Reuters)
A
A
A

WASHINGTON - Negara-negara asing menyambut susunan pemerintahan baru di Afghanistan dengan hati-hati dan cemas pada Rabu (8/9) setelah Taliban menunjuk tokoh-tokoh veteran garis keras ke posisi teratas, termasuk beberapa tokoh yang diburu Amerika Serikat (AS).

AS menggarisbawahi kewaspadaannya pada Rabu (8/9). "Ini adalah kabinet sementara," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan.

"Tidak seorang pun dalam pemerintahan ini, baik presiden maupun siapa pun di tim keamanan nasional, akan menyarankan bahwa Taliban dihormati dan dihargai sebagai anggota komunitas global,” lanjutnya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Washington sedang menilai pengumuman kabinet yang dibentuk Taliban.

(Baca juga: Pemberontak Afghanistan Minta Dunia Tak Akui Pemerintahan Baru Taliban)

"Tetapi meskipun menyatakan bahwa pemerintahan baru akan inklusif, daftar nama yang diumumkan hanya terdiri dari individu-individu yang menjadi anggota Taliban atau rekan dekat mereka, dan tidak ada wanita," katanya selama kunjungan ke pangkalan udara AS di Jerman, yang menjadi titik transit bagi para pengungsi dari Afghanistan.

Uni Eropa menyuarakan ketidaksetujuannya atas penunjukan itu, tetapi mengatakan siap untuk melanjutkan bantuan kemanusiaan. Bantuan jangka panjang akan tergantung pada Taliban yang menjunjung tinggi kebebasan dasar.

(Baca juga: Taliban Kuasai Afghanistan, Bisnis Senjata Marak)

Arab Saudi menyatakan harapan pemerintah baru akan membantu Afghanistan mencapai "keamanan dan stabilitas, menolak kekerasan dan ekstremisme."

Sementara itu, ketika para menteri yang baru diangkat dan wakil-wakil mereka mulai bekerja setelah mereka ditunjuk Selasa (7/9) malam, penjabat Perdana Menteri Mohammad Hasan Akhund mendesak mantan pejabat yang melarikan diri dari Afghanistan untuk kembali dan mengatakan keselamatan mereka akan dijamin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement