Share

China Pasok Bantuan Makanan hingga Vaksin Covid-19 Senilai Rp442 Miliar ke Taliban

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 09 September 2021 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 18 2468820 china-pasok-bantuan-makanan-hingga-vaksin-covid-19-senilai-rp442-miliar-ke-afghanistan-xVLDVLIDw4.jpg Taliban kuasai Afghanistan (Foto: Reuters)

BEIJING - Kementrian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan akan menyediakan makanan, persediaan cuaca musim dingin, vaksin, dan obat-obatan senilai USD31 juta (Rp442 miliar) ke Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Juru bicara Kemlu China Hua Chunyin mengatakan keputusan itu diumumkan untuk pertama kalinya pada pertemuan pertama para menteri luar negeri negara-negara tetangga Afghanistan. Bantuan ini dikatakan untuk penggunaan darurat bagi rakyat Afghanistan.

Dikutip kantor berita China, Xinhua, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi juga mengumumkan China akan menyumbang 3 juta dosis vaksin ke Afghanistan dalam gelombang pertama. Namun, sampai saat ini, belum jelas kapan vaksin dijadwalkan untuk dikirim.

Menyusul penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan dan pengambilalihan Taliban, Wang mengatakan AS harus mengambil tanggung jawab mereka" di negara itu dengan memastikan perkembangan dan stabilitasnya.

(Baca juga: Dunia Internasional Waspada Sambut Pemerintahan Baru Taliban)

Hal ini didasari karena Wang merasa AS dan sekutunya lebih berkewajiban memberikan bantuan ekonomi dan kemanusiaan pada Afghanistan, sambil ‘menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Afghanistan’.

Selain itu, Wang juga meminta Taliban untuk menindak terorisme dan bersatu dengan kelompok etnis di negara itu.

Berdasarkan informasi yang dilansir oleh Xinhua, Wang juga berharap tetangga regional Afghanistan, yang meliputi Pakistan, Iran, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan, harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan mereka untuk membangun struktur politik yang luas dan inklusif, mengejar kebijakan domestik dan luar negeri yang moderat dan bijaksana, menarik garis yang jelas dengan pasukan teroris.

(Baca juga: Mantan Presiden Afghanistan Minta Maaf Usai Melarikan Diri, Bantah Bawa Kabur Uang Sebesar Rp2,4 Triliun)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Para pemimpin China telah berulang kali mengatakan, bahwa China akan membagikan vaksin virus coronanya kepada dunia, terutama dengan negara-negara berpenghasilan rendah, dan Afghanistan termasuk di antara beberapa yang akan mendapatkan akses prioritas.

Sebelumnya, pada Selasa (7/9), Taliban sudah mengumumkan pembentukan pemerintah sementara garis keras untuk Afghanistan dan mengisi posisi teratas dengan veteran kelompok militan Islam yang mengawasi perang 20 tahun melawan koalisi militer pimpinan AS.

Wang, sebagai perwakilan dari China juga pernah membahas mengenai hubungan Kerjasama yang akan dibangun oleh keduanya, pada Juli lalu di Tianjin. Hasilnya, kedua negara ingin menjalin kerjasama yang baik dan saling menguntungkan.

Setelah pertemuan itu, Wang menyebut Taliban memiliki "kekuatan militer dan politik yang penting di Afghanistan" dan menyatakan bahwa mereka akan memainkan "peran penting dalam perdamaian, rekonsiliasi dan proses rekonstruksi."

“Sebagai imbalannya, Taliban menyebut China sebagai "teman baik" dan berjanji untuk "tidak pernah mengizinkan pasukan mana pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk terlibat dalam tindakan yang merugikan China," menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China pada pertemuan tersebut.

Hubungan kedua negara semakin dekat, setelah juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid juga angkat bicara seperti yang diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan penyiar negara China, CGTN pada pekan lalu.

"China adalah negara yang sangat penting dan kuat di lingkungan kami, dan kami memiliki hubungan yang sangat positif dan baik dengan China di masa lalu," terang Mujahid.

"Kami ingin membuat hubungan ini semakin kuat dan ingin meningkatkan rasa saling percaya,” lanjutnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini