Kisah Kerusuhan Penjara Paling Mematikan dalam Sejarah, 43 Orang Tewas Terbunuh

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 10 September 2021 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 18 2469228 kisah-kerusuhan-penjara-paling-mematikan-dalam-sejarah-43-orang-tewas-terbunuh-GRTKahoQoW.jpg Kerusuhan penjara paling mematikan (Foto: Daily Star)

ATTICA - Pada 9 September, 50 tahun yang lalu, Amerika Serikat (AS) menyaksikan awal dari salah satu kerusuhan penjara paling mematikan dalam sejarahnya dengan lebih dari 43 orang terbunuh.

Pemberontakan di Fasilitas Pemasyarakatan Attica dimulai pada 9 September 1971 dan berlangsung selama lebih dari empat hari sebelum negosiasi dihentikan dan Polisi Negara Bagian New York menyerbu penjara serta mengambilnya kembali dengan paksa.

Para tahanan telah menyandera 42 petugas penjara dan seorang pegawai sipil karena marah akibat kurangnya respon dari petugas penjara mengenai tuntutan mereka untuk kondisi dan hak hidup yang lebih baik.

Fasilitas Pemasyarakatan Attica adalah penjara dengan keamanan maksimum di New York.

Menurut USA Today, Komisaris pemasyarakatan New York, Russell Oswald menerima surat dari lima narapidana di penjara pada Juli. Ia juga mengakui surat itu dan mengatakan akan mempertimbangkannya dengan cermat.

(Baca juga: Pemimpin Geng Terkuat Haiti Melarikan Diri di Tengah Kerusuhan Berdarah di Penjara)

Surat itu memuat daftar 28 tuntutan reformasi dan ditandatangani oleh lima narapidana yang menyebut diri mereka Fraksi Pembebasan Attica. Diantaranya terkait masalah kepadatan kapasitas, kondisi hidup yang buruk, dan perlakuan buruk.

Namun, ketegangan meningkat ketika narapidana marah karena merasa bahwa komisaris menunda perubahan.

Pemberontakan pun tak bisa dihindari. Penjara yang dihuni 2.234 narapidana dengan mayoritas narapidana kulit hitam ini penuh dengan darah. .

(Baca juga: Rangkaian Kerusuhan di Penjara Ekuador Tewaskan Setidaknya 75 Orang)

Pemberontakan terjadi pada pagi hari tanggal 9 September, saat narapidana diberi tahu bahwa lapangan rekreasi sedang dikunci. Narapidana pun terdorong untuk merobohkan gerbang baja dengan mengalahkan penjaga dan mencuri kunci mereka.

Menurut New York Post, pada pukul 10:30 pagi, para narapidana telah menguasai seluruh lapangan D dan mulai menyandera.

Empat hari kemudian, polisi merebut kembali penjara dengan paksa, hasilnya 29 narapidana dan 10 sandera terbunuh di lapangan D sisi tenggara penjara.

Ada juga tiga narapidana dan seorang penjaga penjara yang dibunuh oleh narapidana lain pada hari-hari sebelum penjara direbut kembali. Dilaporkan bahwa 128 tahanan lainnya terluka.

Hingga saat ini, Fasilitas Pemasyarakatan Attica di New York masih berfungsi menjadi penjara.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini