150 Anjing Dikubur Hidup-Hidup di Kuburan Massal, Polisi Lakukan Penyelidikan

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 10 September 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 18 2469319 150-anjing-dikubur-hidup-hidup-di-kuburan-massal-polisi-lakukan-penyelidikan-szgqwK0LC2.jpg 150 anjing dikubur hidup-hidup (Foto: AFP)

INDIA - Polisi telah meluncurkan penyelidikan setelah 150 anjing ditemukan terkubur hidup-hidup di kuburan massal di Ranganathapura, distrik Shivamogga Karnataka, India pada 4 September lalu.

Sekitar 150 anjing ditemukan terkubur hidup-hidup di sebuah lubang di hutan Tammadihalli India setelah penduduk setempat mendengar mereka menggonggong.

Berdasarkan laporan yang ada, polisi telah meluncurkan penyelidikan setelah menemukan hewan peliharaan ini ketakutan di selokan sedalam 15-20 kaki (4,5 meter – 6 meter) di Ranganathapura.

Pihak berwenang telah mengajukan FIR dan penyelidikan awal mengungkapkan insiden mengejutkan itu terjadi pada 4 September.

Dilansir dari The News Minute, insiden itu dilaporkan setelah beberapa aktivis hak-hak binatang diberitahu oleh penduduk setempat, yang mendengar gonggongan mencurigakan dari anjing-anjing tersebut dan melacak sumber suaranya.

(Baca juga: Taliban Lakukan Pembunuhan Brutal, Buang Jenazah ke Kuburan Massal)

FIR telah diajukan di kantor polisi Bhadravathi Rural, dengan pasal 11 dan 429 dari Undang-Undang KUHP India tentang Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan.

Jumlah anjing yang dibunuh dan dikubur hidup-hidup tidak dapat dipastikan, tetapi diyakini sudah ada sekitar 150 anjing ditemukan.

Shivamogga SP Laxmi Prasad mengatakan tim ahli yang terdiri dari dokter hewan sedang melakukan pemeriksaan di tempat dan akan menyerahkan laporan ke departemen.

(Baca juga: Kuburan Massal 123 Korban ISIS Terungkap, Dibawa ke Jurang dan Ditembak Mati)

Beberapa minggu yang lalu, juga ditemukan kasus serupa, sekitar 38 monyet ditemukan terbunuh dan ditinggalkan di sebuah desa di distrik Hassan. Kejadian ini mendorong Pengadilan Tinggi Karnataka untuk mengarahkan pemerintah negara bagian mengambil tindakan terhadap para pelaku.

Berita itu muncul menyusul laporan kejam lainnya dari daerah tersebut pada Agustus lalu, ketika 38 monyet ditemukan mati di sebuah desa yang terletak di distrik Hasan, Karnataka.

Menurut India.com, diduga monyet-monyet tersebut dipindahkan ke kawasan hutan dengan karung goni, tetapi mereka meninggal karena mati lemas.

Penyelidikan awal mengarah pada pasangan, yang bekerja sebagai penangkap monyet dan disewa oleh pemilik perkebunan karena ingin menjauhkan monyet tersebut dari perkebunan miliknya. Mereka dibayar Rs 40.000 atau sekitar Rp7,7 juta.

Pasangan itu, yang diidentifikasi sebagai Yashoda dan Ramu dilaporkan menangkap 50 monyet dengan memikat mereka menggunakan makanan. Penduduk desa telah mempekerjakan mereka untuk menangkap monyet-monyet itu.

Yashodha dan Ramu mengklaim mereka memberi makan monyet-monyet itu selama seminggu dan kemudian pada 28 Juli, mereka memasukkan monyet-monyet itu ke dalam karung goni untuk memindahkan mereka ke kawasan hutan hingga akhirnya sekarat dan mati.

Menurut laporan, polisi menangkap hingga 7 tersangka termasuk pasangan tersebut terkait dengan insiden itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini