Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral Harga Kopi di Puncak Rp100 Ribu karena Pembelinya Tidur

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Jum'at, 10 September 2021 |10:53 WIB
Viral Harga Kopi di Puncak Rp100 Ribu karena Pembelinya Tidur
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

BOGOR - Beredar informasi adanya salah satu warung lesehan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor yang diduga menggetok harga segelas kopi kepada wisatawan mencapai Rp100 ribu. Pembeli kopi itu diketahui tidur di warung hingga kemungkinan terkena biaya tambahan oleh pemilik warung.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Teguh Mulyana mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya kejadian itu berawal saat dua wisatawan datang ke sebuah warung lesehan yang ada di kawasan Puncak dan memesan segelas kopi. Tetapi, kata dia, kedua wisatawan itu langsung tidur berjam-jam.

"Saya belum tahu pastinya seperti apa, tapi informasi yang saya terima ada wisatawan beli kopi segelas terus tidur. Warungnya yang mana, sama kejadian kapan juga belum tahu masih kita cari," kata Teguh saat dihubungi, Jumat (10/9/2021).

Menurutnya, kehadiran wisatawan itu membuat pengunjung lainnya dan pemilik warung merasa terganggu. Sehingga, pemilik warung kemungkinan meminta biaya tambahan kepada wisatawan.

Baca juga: Jelang Uji Coba Ganjil Genap Pekan Kedua, Jalur Puncak Ramai Lancar Pagi Ini

"Mungkin pemilik warung kasih biaya tambahan karena sampai tidur. Biasanya pengunjung kalau datang paling satu jam, ngopi makan terus pergi lagi kalau ini tidur berjam-jam. Jadi bukan harga kopinya yang mahal, tetapi ada biaya tambahan itu," jelasnya.

Teguh menambahkan, pascaiviralnya kejadian salah hitung harga di warung Puncak beberapa waktu lalu pihaknya bersama Polsek dan aparatur wilayah setempat sudah mengumpulkan pedagang untuk menyamakan harga. Sehingga, harga makanan atau minuman yang dijual tidak akan digetok pedagang.

Baca juga: Atasi Kepadatan Akhir Pekan, Lima Polres di Puncak Raya Gelar Rakor

"Dulu setelah viral yang bon harga di Puncak kita sudah kumpulkan pedagang. Disepakati misalnya kopi Rp5 ribu itu rata semua, kecuali ada yang memang tempatnya ekslusif agak beda tapi tidak sampai digetok. Kalau yang sekarang ini mungkin harga kopinya tetap Rp5 ribu tapi ada biaya tambahan karena tidur berjam-jam tadi," ungkapnya.

Sedangkan, terkait biaya tambahan tersebut tidak diatur karena hanya kesepakatan pemilik warung dan wisatawan. Dengan kejadian ini, wisatawan di kawasan Puncak diimbau apabila memang ingin beristirahat atau tidur, lebih baik ke penginapan.

"Ya kalau mau makan atau minum nggak masalah, tapi kalau capek atau mau tidur mending ke home stay paling sekitar Rp150 ribu jangan di warung, lesehannya kecil pengunjung lain juga jadi terganggu. Kita masih cari warungnya yang mana, biar kita tahu kejadian sebenarnya seperti apa," tutup Teguh.

Baca juga: 20.443 Kendaraan yang ke Puncak Belum Kembali ke Jakarta via GT Ciawi

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement