Dokumen Rahasia: AS Danai Penelitian Virus Covid-19 di Laboratorium Wuhan hingga Rp44 Miliar

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 11 September 2021 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 18 2469699 dokumen-rahasia-as-danai-penelitian-virus-covid-19-di-laboratorium-wuhan-hingga-rp44-miliar-PRedFySk8W.jpg Institut Virologi Wuhan (Foto: BBC)

Dokumen-dokumen tersebut menimbulkan pertanyaan tambahan tentang teori bahwa pandemi mungkin telah dimulai dalam kecelakaan laboratorium, sebuah gagasan yang secara agresif ditolak oleh Daszak.

Bahkan sebelum pandemi, banyak ilmuwan khawatir tentang potensi bahaya yang terkait dengan eksperimen semacam itu. Proposal hibah mengakui beberapa bahaya tersebut. “Pekerjaan lapangan melibatkan risiko tertinggi terpapar SARS atau CoV lainnya, saat bekerja di gua dengan kepadatan kelelawar yang tinggi di atas kepala dan potensi debu tinja untuk terhirup,” bunyi proposal hibah tersebut.

Adapun hibah kedua, “Memahami Risiko Munculnya Virus Zoonosis di Hotspot Penyakit Menular yang Muncul di Asia Tenggara,” diberikan pada Agustus 2020 dan diperpanjang hingga 2025. Proposal, yang ditulis pada 2019, sering kali tampak matang, dengan fokus pada peningkatan dan penggelaran sumber daya di Asia dalam kasus wabah "penyakit menular yang muncul" dan merujuk ke Asia sebagai "hotspot EID terpanas ini."

Alina Chan, seorang ahli biologi molekuler di Broad Institute, mengatakan dokumen tersebut menunjukkan bahwa EcoHealth Alliance memiliki alasan untuk menganggap serius teori kebocoran laboratorium. “Dalam proposal ini, mereka sebenarnya menunjukkan bahwa mereka tahu betapa berisikonya pekerjaan ini. Mereka terus berbicara tentang orang yang berpotensi digigit - dan mereka menyimpan catatan semua orang yang digigit,” terangnya.

“Apakah EcoHealth memiliki catatan itu? Dan jika tidak, bagaimana mungkin mereka mengesampingkan kecelakaan terkait penelitian,” lanjutnya.

"Saya berharap dokumen ini dirilis pada awal 2020,"ujarnya, yang menyerukan penyelidikan teori asal kebocoran laboratorium.

“Itu akan mengubah banyak hal secara besar-besaran, hanya untuk memiliki semua informasi di satu tempat, segera transparan, dalam dokumen kredibel yang diajukan oleh EcoHealth Alliance,” lanjutnya.

Menurut Richard Ebright, ahli biologi molekuler di Rutgers University, dokumen tersebut berisi informasi penting tentang penelitian yang dilakukan di Wuhan, termasuk tentang pembuatan virus baru.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini