Jepang Peringatkan Ancaman Teror di 6 Negara, Termasuk RI, Minta Warga Jauhi Tempat Keagamaan

Susi Susanti, Okezone · Selasa 14 September 2021 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 18 2471019 jepang-peringatkan-ancaman-teror-di-6-negara-termasuk-ri-minta-warga-jauhi-tempat-keagamaan-ZpAApjsFB3.jpg Ilustrasi serangan bom di Prancis (Foto: Metro)

JEPANG - Kementerian Luar Negeri Jepang mendesak warganya pada Senin (13/9) untuk menjauh dari fasilitas keagamaan dan keramaian di enam negara Asia Tenggara dan memperingatkan kemungkinan terjadi serangan.

Kementerian mengatakan telah memperoleh informasi bahwa "ada peningkatan risiko seperti bom bunuh diri".

Peringatan itu berlaku untuk warga negara Jepang di Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Dalam peringatan singkat itu, Jepang mendesak warganya untuk memperhatikan berita dan informasi lokal dan berhati-hati untuk saat ini,tetapi tidak memberikan kerangka waktu tertentu atau detail lainnya.

Kementerian menolak untuk memberikan sumber informasi atau mengatakan apakah itu dibagikan dengan negara lain.

(Baca juga: Jepang Perpanjang Keadaan Darurat Covid-19 Hingga Akhir September)

Peringatan itu telah dikirim ke kedutaan besarnya di negara-negara yang bersangkutan untuk dibagikan kepada warga negara Jepang.

Peringatan itu menimbulkan kebingungan di beberapa negara tersebut. Mereka tidak mengetahui ancaman semacam itu, atau rincian dari Jepang mengenai sumber informasinya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Tanee Sangrat, mengatakan Jepang belum mengungkapkan asal usul peringatan tersebut dan bahwa Kedutaan Besar Jepang tidak memiliki rincian lebih lanjut selain mengatakan peringatan itu "tidak khusus untuk Thailand."

Wakil juru bicara polisi Kissana Pathanacharoen mengatakan badan keamanan Thailand tidak memiliki informasi mereka sendiri tentang kemungkinan ancaman.

(Baca juga: Serangan Drone Bunuh Diri Tewaskan 2 Awak Kapal Tanker Minyak Israel)

Hal senada diungkapkan Departemen Luar Negeri Filipina yang mengatakan tidak mengetahui adanya informasi tentang tingkat ancaman yang meningkat.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah membantah bahwa ada peringatan bahkan dikirim ke warga Jepang di Indonesia.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini