Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Kasus Anak Digadaikan, Demi Pulang Kampung hingga Terjebak Rentenir

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 16 September 2021 |07:00 WIB
3 Kasus Anak Digadaikan, Demi Pulang Kampung hingga Terjebak Rentenir
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Dalam keadaan yang mendesak, seseorang bisa melakukan apapun. Hal ini termasuk penggadaian anak yang sering viral beberapa waktu lalu.

Penggadaian anak ini dilakukan akibat beberapa alasan yang salah satunya paling sering terjadi adalah akibat utang.

Dengan keadaan yang disengaja ataupun terpaksa, keluarga ataupun orang yang memberikan utang menjadikan anak sebagai jaminan. Berikut ini adalah beberapa kasus yang penggadaian anak yang sempat viral di social media.

1. Penggadaian Bayi di Banyuasin

Seorang bayi berumur 40 hari digadaikan oleh ibunya yang berinisial RM (26) pada tahun 2014 lalu. Penggadaian ini dilakukan lantaran alasan ekonomi.

Tudingan suaminya menyebutkan RM menjual anaknya seharga Rp3,1 juta. Namun, RM membantah tudingan tersebut. Pelaku mengaku hanya menggadaikan bayinya yang baru berumur 40 hari tersebut.

Pelaku juga menjelaskan mengenai kronologinya dimana bayi tersebut dijadikan jaminan dari pelaku yang meminjam uang kepada DA (31) untuk biaya pulang kampung.

Sepulang dari kampungnya, pelaku meminjam uang Kembali sembanyak dua kali hingga total menjadi Rp3,150.000. Atas perbuatannya, RM terancam hukuman penjara selama 15 tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement