Lansia Disemprot Merica Saat Protes 'Lockdown' Covid-19, Tuai Kecaman di Media Sosial

Susi Susanti, Okezone · Senin 20 September 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 18 2473877 lansia-disemprot-merica-saat-protes-lockdown-covid-19-tuai-kecaman-di-media-sosial-dwUOZq3Orp.jpg Wanita tua disemprot merica saat protes 'lockdown' Covid-19 (Foto: Twitter)

MELBOURNE - Seorang wanita tua yang diyakini berusia 70-an diserang oleh polisi Melbourne dan disemprot merica ketika dia sudah terlentang di tanah selama protes terhadap penguncian Covid-19 (lockdown)  pada Sabtu (18/9).

Saat dia memegang bendera Australia dan berdiri di jalan menghadap ke arah sekelompok polisi yang mendekat, seorang petugas mendorong wanita itu, membuatnya jatuh ke tanah. Petugas lain kemudian menyemprotkan merica pada wanita itu saat dia terbaring tak bergerak dan tidak mampu melindungi dirinya sendiri.

Beberapa detik setelah serangan merica dari petugas, sekelompok petugas polisi lain datang membantu wanita itu.

Anggota parlemen Australia Craig Kelly menyebut serangan itu tercela, menjijikkan, dan ilegal.

"Ini bukan negara saya ... Kami tidak dapat menerima Polisi di Australia mendorong ke tanah seorang wanita berusia 70 tahun yang tidak bersenjata (atau siapa pun) yang tidak memberikan ancaman & kemudian menyuruh 2 petugas menyemprotkan merica ke wajah orang yang tidak bersenjata dan tidak berdaya di wajah saat berada di tanah,” cuitnya.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 20, Lockdown di Melbourne Diperpanjang)

Mantan Senator New South Wales David Leyonhjelm juga mengutuk serangan itu, menyebut para petugas pengecut.

"Saya telah menonton beberapa video tentang ini, dan sulit untuk melihat bagaimana polisi Victory mempertahankan ini,” ujar jurnalis Ky Chow.

Video serangan dari berbagai sudut menjadi viral di media sosial akhir pekan ini, dengan banyak warga Australia menuduh petugas polisi Melbourne melakukan kebrutalan.

 (Baca juga: Kota-Kota di Australia Gelar Protes Anti 'Lockdown' Covid-19)

“Bagus sekali, @VictoriaPolice. Mendorong lebih dari seorang wanita berusia 70 tahun, yang tidak menimbulkan ancaman fisik, dan menyemprot wajahnya setelah dia membenturkan kepalanya ke tanah. Beginilah cara kepolisian menjadi terdelegitimasi #COVID19aus #Melbourneprotest,” cuit @charles_haig01.

“Jika polisi harus menangani dan menyerang seorang wanita tua dengan semprotan merica, itu bukan lagi kekuatan polisi yang sah,” cuit @realjuliasong.

“Saya pikir polisi mungkin akan segera membayar hal ini. Ini tidak masuk akal,” cuit @OMGTheMess.

Beberapa insiden kekerasan lain antara polisi dan pengunjuk rasa pecah selama protes di Melbourne pada Sabtu (18/9) dan 235 orang dilaporkan ditangkap.

Polisi Melbourne juga tertangkap kamera sedang menyemprotkan merica ke lusinan warga Australia lainnya yang terlibat dengan "protes tidak sah".

Baik Melbourne dan Sydney telah mengalami protes berulang selama beberapa bulan terakhir sebagai tanggapan atas pembatasan penguncian Covid-19 di kedua kota tersebut. Pada Agustus lalu, seorang pria dari negara bagian Victoria dijatuhi hukuman maksimal delapan bulan penjara karena membantu mengorganisir protes di Sydney, New South Wales.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini