Share

Taliban Janji Hak Atas Perempuan Akan Diterapkan Setelah Transportasi dan Lingkungan Aman

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 20 September 2021 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 18 2473907 taliban-janji-hak-atas-perempuan-akan-diterapkan-setelah-transportasi-dan-lingkungan-aman-ye4yoJYpRV.jpg Anak perempuan sekolah di Afghanistan (Foto: AP)

AFGHANISTAN - Taliban mengatakan bahwa anak perempuan dapat kembali ke sekolah menengah hanya setelah pemerintah Afghanistan yang dipimpin militan Taliban menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka. Sejauh ini, hanya anak laki-laki yang diizinkan melanjutkan studi mereka.

“Kami tidak menentang pendidikan anak perempuan, tetapi kami masih bekerja pada mekanisme bagaimana kehadiran mereka di sekolah dapat dimungkinkan,” kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid kepada majalah Der Spiegel Jerman.

Mujahid mengatakan bahwa lingkungan dan transportasi yang aman harus dijamin bagi siswa perempuan sebelum mereka diizinkan kembali ke ruang kelas. Dia juga mengatakan para sarjana hukum harus menyiapkan laporan tentang bagaimana mengatur lingkungan yang aman bagi anak perempuan dan perempuan dalam pendidikan dan pekerjaan mereka.

(Baca juga: Pemerintah Taliban Resmi Umumkan Hak Pendidikan Perempuan)

Ketika militan Taliban pertama kali berkuasa di Afghanistan antara tahun 1996 dan 2001, perempuan dan anak perempuan dilarang mengenyam pendidikan dan memiliki pekerjaan, serta dipaksa untuk menutupi diri mereka dari kepala sampai kaki di depan umum.

Tak lama setelah merebut Kabul bulan lalu, Taliban berjanji bahwa perempuan akan menikmati lebih banyak kebebasan daripada selama pemerintahan kelompok itu sebelumnya. Namun, hanya anak laki-laki yang diizinkan untuk melanjutkan studi mereka ketika sekolah menengah dibuka kembali pada Sabtu (18/9).

 (Baca juga: Taliban Janji Bakal Izinkan Perempuan Sekolah

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Para militan mengganti Kementerian Urusan Perempuan negara itu minggu ini, menggantikannya dengan Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan. Nama yang sama digunakan pada 1990-an oleh otoritas yang bertugas menghukum perempuan yang tidak mematuhi pembatasan keras yang ditujukan pada mereka.

Perempuan telah mengadakan beberapa protes di Kabul, menuntut agar Taliban menjamin mereka hak yang sama seperti laki-laki. Demonstrasi pun dibubarkan oleh para militan.

Taliban digulingkan dari kekuasaan pada 2001 ketika Amerika Serikat (AS) memimpin invasi ke Afghanistan sebagai bagian dari 'Perang Melawan Teror' global Washington, yang diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan teroris 9/11. Perang tersebut menjadi yang terpanjang dalam sejarah Amerika, yang mengakibatkan hampir dua dekade kekerasan dan pendudukan yang gagal membawa perdamaian dan stabilitas ke negara itu.

Para militan Taliban merebut kembali hampir seluruh Afghanistan dalam serangan besar-besaran yang berlangsung bersamaan dengan tahap akhir penarikan pasukan Barat. Pasukan ASterakhir meninggalkan negara itu pada akhir Agustus lalu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini