Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Thomas Andrews mengatakan situasi di Thantlang menunjukkan "neraka hidup" orang-orang yang bertahan di tangan militer Burma.
Pada Agustus lalu, Jenderal Min Aung Hliang mengangkat dirinya sebagai perdana menteri dan mengatakan keadaan darurat negara itu akan diperpanjang.
Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, demonstrasi menyebar ke seluruh negeri setelah kudeta Februari. Pasukan keamanan menanggapi demonstrasi tersebut dengan kekerasan dan tindakan brutal, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menahan lebih dari 6.000.
seperti diketahui, pada Februari lalu, Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta yang memicu protes besar dan pembentukan milisi penentang.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.