Sabdo mengimbau masyarakat bahwa puncak musim hujan diperkirakan di awal tahun 2022. “Kita selalu mengacu ke data BMKG, data BMKG itu, bahwa puncak musim hujan diperkirakan, di bulan Januari, Februari,” katanya.
“Kita lagi persiapan, sampai nanti siang pun kita masih persiapan dengan Pak Gubernur, yang jelas ada 2 hal, yaitu pengerukan waduk-waduk sedang dilakukan oleh teman SDA, kemudian kita malakukan sosialisasi, mitigasi untuk antisipasi musim hujan,” sambungnya.
Sabdo mengatakan bahwa BPBD akan melaksanakan langkah-langkah antisipasi cuaca ekstrem seperti apel kesiap siagaan di pertengahan Oktober mendatang.
“Kita insyaaalah di pertengahan Oktober akan melaksanakan apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sebagaimana kita lakukan pada tahun lalu. Kemudian rapat koordinasi dengan pimpinan, pak gubernur sedang dilaksanakan terhadap SKPD2, untuk mengurangi risiko bencana tentunya,” ujarnya.
Baca juga: Waspada! 10 Kecamatan di Jakarta Potensi Alami Pergerakan Tanah, Berikut Lokasinya
Sabdo mengatakan bahwa pemprov DKI berupaya untuk melakukan langkah-langkah preventif untuk meminimalisir dampak bencana dan jumlah korban. “Insyaalah, kita berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terjadi korban, mengurangi korban, dan kita mempercepat recovery, misalnya ada air genangan, kita cepat mengeringkan,” katanya.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Banjir Bandang dan Longsor
Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta akan saling berkoordinasi dengan BMKG terkait penanganan cuaca ekstrem. “kita berkoordinasi, BPBD selalu update informasi dengan BMKG karena mereka adalah lembaga resmi yang mengeluarkan pernyataan ini (cuaca ekstrem) untuk kita teruskan ke masyarakat melalui medsos kita, twitter, facebook, maupun Instagram kita,” ucapnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.