"Ya kumpulkan semua bukti-bukti, ngumpulinnya luar biasa. Bukti di TKP, siapa yang lihat, sidik jari, ancaman-ancaman. Banyak faktor yang harus dikumpulkan. Kalau salah mengambil keputusan akan membahayakan pihak kepolisian," ujarnya.
Berbeda saat terjadi kasus kopi sianida yang memiliki saksi banyak dan adanya rekaman CCTV di TKP. Untuk kasus di Subang lebih parah lagi karena di TKP tidak ada CCTV.
"Polisi enggak boleh asal. Tapi saya yakin moga-moga kasus ini bisa segera terungkap," ujar dia.
Sementara itu, sudah satu bulan lebih berjalan penyelidikan kasus ini. Kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus yang mengundang teka-teki siapa pelaku dan dalang di balik pembunuhan sadis tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)