Ada Kalimat 'Welcome to Hell' di Baju Anak-Anak, Perusahaan Pakaian Ini Diprotes

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 24 September 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 18 2476384 ada-kata-welcome-to-hell-di-baju-anak-anak-perusahaan-pakaian-ini-diprotes-dwMK05tQSS.jpg Pakaian yang memiliki kalimat tidak terpuji (Foto: Weibo)

CHINA - Sebuah merek pakaian terkenal di China meminta maaf karena memproduksi kemeja untuk anak-anak yang memuat kata-kata tidak terpuji. Kalimat itu seperti ‘Welcome to Hell’ dan ‘Let me touch you’ di atasnya.

Brand pakaian terkenal JNBY telah menarik barang produksinya - yang juga menampilkan gambar Grim Reaper - setelah keluhan seorang ibu di media sosial menjadi viral.

Ibu itu mengatakan keluarganya membeli baju itu untuk putranya yang berusia empat tahun tanpa memahami arti dari frasa tersebut.

Ternyata sebelumnya JNBY juga telah memproduksi pakaian kontroversial.

 (Baca juga: Kerap Menghindar, PM Inggris Akhirnya Akui Miliki 6 Anak)

"Welcome to hell. Excuse me? Who are you welcoming?", tulis sang ibu di platform media sosial Weibo.

Sejak saat itu, orang-orang membagikan foto-foto karya kontroversial lainnya yang diproduksi oleh perusahaan yang terdaftar di bursa Hong Kong ini.

Misalnya, mantel hitam yang diduga memiliki gambar seseorang yang ditembak oleh panah, bersama dengan kalimat ‘The whole place is full of Indians. I will take this gun and blow them to pieces’.

Banyak pengguna Weibo bertanya mengapa merek tersebut belum pernah dihukum sebelumnya.

 (Baca juga: Pfizer/BioNTech Klaim Vaksinnya Aman untuk Anak Usia 5 - 11 Tahun)

"Saya tidak tahu apakah desainnya disengaja, tetapi pasti ada orang lain di seluruh perusahaan yang dapat memahami artinya?", komentar seseorang, merujuk pada bagaimana tidak jarang beberapa merek China mencetak teks dalam bahasa lain pada produksi barang China.

JNBY mengeluarkan permintaan maaf di aplikasi mirip Instagram, Xiaohongshu dan mengatakan telah menerima keluhan tentang "cetakan yang tidak pantas" pada pakaiannya dan meminta maaf untuk itu.

Perusahaan itu juga menambahkan bahwa filosofi desain merek selalu berdasarkan pada "kebebasan berimajinasi", dan niat awalnya adalah untuk mengeluarkan lebih banyak kreasi "unik".

"Tetapi kami juga memahami bahwa yang paling penting adalah menyampaikan nilai-nilai yang baik," kata perusahaan itu.

Perusahaan mengatakan pihaknya telah menjadikan insiden itu sebagai sebuah "peringatan".

"Ke depannya, kami akan lebih baik lagi dalam menggabungkan desain yang inovatif dan kreatif dengan nilai-nilai yang baik,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini