Disebut Kandidat Kuat CEO Indosat Ooredeoo Hutchison, Ternyata Ini Profile Vikram Sinha

Yaomi Suhayatmi, · Sabtu 25 September 2021 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 1 2476817 disebut-kandidat-kuat-ceo-indosat-ooredeoo-hutchison-ternyata-ini-profile-vikram-sinha-KWEnfQojbD.png Kandidat CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha (Foto: Dok Indosat Ooredoo)

JAKARTA- Dua perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia yakni PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) mengumumkan kesepakatan merger. Pengumuman itu secara resmi diumumkan setelah penandatanganan kesepakatan oleh Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited pada Kamis, 16 September 2021.

Kedua perusahaan tesebut kini melebur menjadi satu di bawah bendera PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Dengan merger ini, Indosat Ooredoo Hutchison akan saling memanfaatkan pengalaman dan keahlian dalam hal jaringan, teknologi, produk, dan layanan. Saling mendapatkan keuntungan atas operasi multinasional Ooredoo Group dan CK Hutchison yang tersebar di pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Pasifik.

Kesepakatan ini sangat potensial bagi laju bisnis perusahan kedepan, dan diproyeksikan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$3 miliar.

Mergernya Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia tersebut sekaligus memunculkan kabar bahwa Vikram Sinha menjadi kandidat kuat CEO Indosat Ooredoo Hutchison. Hal ini tentu menarik, mengingat Vikram Sinha bukan nama baru di bidang telekomunikasi. Sebelum bergabung dengan Grup Ooredoo, ia telah berkiprah di perusahaan telekomunikasi Bharti Airtel di India dan Afrika selama kurang lebih 10 tahun.

Setelah pindah ke Grup Ooredoo, ia menduduki Chief Executive Officer Ooredoo Maladewa (2017) dan kemudian pindah ke Myanmar (2018) dengan posisi yang sama. Setelah menjabat di kedua negara tersebut, ia dipindahtugas ke Indonesia pada 2019 dengan menduduki jabatan prestisius sebagai Direktur & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo.

Di awal ia bergabung dengan Indosat Ooredoo, Vikram pernah menyatakan bahwa Indosat Ooredoo merupakan brand yang sangat kuat di Indonesia, namun karena adanya kesalahan strategi yang berimplikasi pada Indosat Ooredoo kehilangan 25 persen dari nilainya pada 2018. Untuk itulah jagoan telekomunikasi yang merupakan jebolan Bangalore University India itu melakuan berbagai strategi untuk meningkatkan performa perusahaan.

Vikram yang ditugaskan untuk membalikkan keadaan dengan memasang beberapa strategi penting, pertama menginvestasikan hampir US$2 miliar ke dalam jangkauan jaringan, terutama pada 4G. Kedua ialah mendorong Indosat Ooredoo menjadi merek paling terpercaya di pasar.

Dia percaya dan optimistis bahwa Indosat Ooredoo sangat kuat di Indonesia, berikut warisan yang ada di dalamnya. Hal ini ini mengingat Indosat Ooredoo memang sudah beroperasi selama 54 tahun di Tanah Air.

Hal itu ia buktikan dengan prestasi gemilang, selama dua tahun berturut-turut sepanjang 2019 dan 2020, penghasilan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA Indosat Ooredoo tumbuh lebih cepat.

Jika dilihat dari sisi kinerja Indosat Ooredoo selama pandemi melaporkan telah berhasil membukukan pendapatan senilai Rp14,98 triliun pada kuartal II/2021, naik 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan kepemilikan pelanggan sekitar 60 juta.

Dengan keberhasilan berbagai strategi selama mempimpin Indosat Ooredoo, kiprah Vikram Sinha sebagai CEO Indosat Ooredoo Hutchison tentu akan sangat dinanti. CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini